Menag Lukman Hakim Paparkan Moderasi Beragama di Belanda

Rabu, 19 Juni 2019 - 21:30 WIB
Menag Lukman Hakim Paparkan...
Menag Lukman Hakim Paparkan Moderasi Beragama di Belanda
A A A
JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri Konferensi Internasional di Nijmegen, Belanda, Rabu (19/6/2019). Dalam kegiatan yang digelar Pengurus Cabang Istimewa NU Belanda bekerjasama dengan Radboud University itu, Menag menyampaikan keynote speech
tentang Pengarusutamaan Moderasi Beragama: Pengalaman Indonesia.

Di hadapan peserta, Menag menyampaikan program yang telah, sedang, dan akan ditempuh Kementerian Agama dalam upaya mengarusutamakan moderasi beragama di Indonesia.
Mengawali pidatonya, Menag menjelaskan konteks keragaman Indonesia dan urgensi moderasi beragama. Menurutnya, moderasi penting di tengah keragaman etnis, suku, budaya, bahasa, dan agama yang nyaris tiada tandingannya di dunia.
Ada tiga alasan yang disampaikan Menag terkait urgensi moderasi beragama. Pertama, mengembalikan pemahaman dan praktik beragama ke esensi agama, yaitu memanusiakan manusia dan membawa misi damai dan keselamatan. Kedua, merespons kompleksitas kehidupan manusia dan agama agar peradaban manusia tidak musnah akibat konflik berlatar agama.

"Ketiga, khusus dalam konteks Indonesia, moderasi beragama diperlukan sebagai strategi kebudayaan dalam merawat ke-Indonesia-an," kata Menag dalam siaran persnya, Rabu (19/6/2019).

Sebagai bangsa yang sangat heterogen, kata Menag, sejak awal para pendiri bangsa sudah berhasil mewariskan satu bentuk kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang telah nyata berhasil menyatukan semua kelompok agama, etnis, bahasa, dan budaya. Indonesia disepakati bukan negara agama, tapi juga tidak memisahkan agama dari kehidupan sehari-hari warganya.

Nilai-nilai agama dijaga, dipadukan dengan nilai-nilai kearifan dan adat-istiadat lokal, serta ritual agama dan budaya berjalin berkelindan dengan rukun dan damai.

Menag menjelaskan, ketiga alasan di atas melatari pilihan visi dan kebijakan Kementerian Agama untuk mengarusutamakan moderasi beragama. Tentu kebijakan ini tidak hanya ditujukan bagi umat Muslim di Indonesia, melainkan untuk semua umat beragama.

Menag menilai, pengarusutamaan moderasi beragama mendesak dilakukan. Kerukunan umat beragama di Indonesia tidak lagi memadai bila hanya diupayakan melalui ajakan atau seminar tentang dialog antaragama, melainkan sudah harus dilembagakan dengan menyusun regulasi untuk menjustifikasi kehadiran negara.

"Kementerian Agama sedang menyusun rumusan teknokratik agar moderasi beragama dapat diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 pada kerangka pembangunan sumber daya manusia melalui strategi pemajuan kebudayaan," katanya.

Menag mengapresiasi forum konferensi yang digelar PCI NU, berharap dapat menghasilkan rumusan artikulasi wasathiyah Islam yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perdamaian dunia. Selain itu, konferensi juga dapat memberikan masukan penting bagi pemerintah dalam merencanakan pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas sekaligus beragama secara moderat.
(amm)
Berita Terkait
Langkah Badan Moderasi...
Langkah Badan Moderasi Beragama Kemenag Kelola Konflik hingga Solutif
PKUB Kemenag Inisiasi...
PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Moderasi Beragama, Jadi...
Moderasi Beragama, Jadi Cara Menjaga Perbedaan dan Keberagaman di Indonesia
Stafsus Menag Tegaskan...
Stafsus Menag Tegaskan Visi Presiden Prabowo Jaga Kerukunan Umat Beragama
Menag Ajak FKUB Bumikan...
Menag Ajak FKUB Bumikan Moderasi Beragama di Masyarakat
Wakil Menteri Agama...
Wakil Menteri Agama Puji Kerukunan di Sulawesi Utara
Berita Terkini
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved