Grup Whatsapp Dipantau Polisi, Fahri Samakan dengan Penjajahan

Rabu, 19 Juni 2019 - 04:53 WIB
Grup Whatsapp Dipantau...
Grup Whatsapp Dipantau Polisi, Fahri Samakan dengan Penjajahan
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Koordinator Kesejateraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah menyayangkan kebijakan pemerintah yang memantau grup-grup Whatsapp lewat Patroli Siber Polri. Mengganggu privasi warga negara menjadi hal yang lumrah bagi pemerintah. Karena itu, Fahri mengibaratkan itu sebagai tindakan penjajahan.

“Kita semua sekarang sebagai bangsa tidak memahami arti dari privasi dan kerahasiaan pribadi karena kita ini adalah bangsa yang tidak punya kultur privasi, kita kulturnya komunal sehingga, ketika negara mau mengambil semua data-data pribadi kita, kita relatif tidak berani membuat bantahan, tidak berani membuat kritik, itulah yang secara terus-menerus menyebabkan para pejabat negara merasa tidak punya perasaan bersalah sama sekali ketika mengintip percakapan warga negara,” kata Fahri saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Menurut Fahri, jika memang Indonesia menganut sistem demokrasi, maka tentu tidak ada pihak yang berani melakukan itu sebab, itu merupakan bagian dari pelanggaran yang berat. Karena, konstitusi yakni UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM) telah melindungi hak setiap warga negara yang juga individu.

“Tapi faktanya, karena kita sendiri tidak merasa dilindungi akhirnya, tindakan itu dilanjutkan,” sesalnya.

Namun, Fahri melihat akan sulit untuk menegakkan hukum dan hak warga negara jika masyarakat sendiri tidak memahami setiap hak-haknya sebagai warga negara. Untuk itu, ia mempersilakan pemerintah untuk berbuat sesukanya karena masyarakat sendiri cenderung menerimanya. Sehingga, ini bagaikan penjajahan yang diterima dengan lapang dada.

“Sejauh kita menerima hak-hak kita dirampas oleh pemerintah maka sejauh itulah orang akan mengambil hak-hak kita. Persis seperti kita mau dijajah 350 tahun, ya selama itulah penjajahan bercokol di bumi kita,” tukasnya.
(pur)
Berita Terkait
Ciptakan Komunikasi...
Ciptakan Komunikasi Publik Efektif, Kominfo Ajak Masyarakat Tangkis Hoaks Bersama
Polisi Sebut Sudah Tangani...
Polisi Sebut Sudah Tangani 101 Kasus Penyebaran Hoaks Corona
Habib Bahar Tersangka...
Habib Bahar Tersangka Penyebaran Hoaks, Polri: Silakan Tempuh Jalur Hukum
Polri Sebut Sejumlah...
Polri Sebut Sejumlah Laporan Dugaan Penyebaran Hoaks Rocky Gerung Telah Dicabut
Polri Sudah Ungkap 99...
Polri Sudah Ungkap 99 Kasus Hoaks Terkait Covid-19
Polri Sebut Penangkapan...
Polri Sebut Penangkapan dr Lois Terkait Hoaks Virus Corona
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved