Patroli Siber Grup WA, Negara Tak Boleh Intervensi yang Bersifat Privat

Rabu, 19 Juni 2019 - 01:09 WIB
Patroli Siber Grup WA,...
Patroli Siber Grup WA, Negara Tak Boleh Intervensi yang Bersifat Privat
A A A
JAKARTA - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan bahwa dalam negara demokrasi, tidak boleh negara mengintervensi hal-hal yang bersifat private.

”Grup WA anggotanya kan individu-individu. Pemerintah tak boleh masuk ke wilayah private. Yang boleh adalah kalau ada ancaman yang dilakukan, tapi bukan atas dasar pemerintah mematai-matai. Artinya tidak ada privasi lagi dalam wilayah private maupun wilayah kelompok. Dalam negara demokrasi kita memiliki hak mengemukakan pendapat, termasuk mengkritik pemerintah dala hal yang positif,” paparnya.

Penilaian berbeda disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing. Menurutnya, grup WA adalah bagian dari media sosial yang mana di dalamnya ada komunikasi satu dengan yang lain yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Padahal dalam komunikasi, ada tiga hal yang harus diperhatikan yakni to educate (harus ada fungsi mendidikan), to inform (ada fungsi menyampaikan informasi), dan to entertain (menghibur).

”Dialektika itu harus ada unsur mendidik, menginformasikan, bukan memberikan masalah, to entertain, membuat orang senang. Kombinasi dari tiga hal ini menurut saya suatu keharusan yang dilakukan partisipan komunikasi satu dengan yang lain,” tuturnya. (Baca juga: Patroli Siber Grup WA Dinilai Berlebihan )

Karena itu, kata Emrus, interaksi sosial dalam membangun realitas sosial tidak tepat jika diisi dengan penyebaran hoaks. ”Terbayang komunikasi antarmanusia dengan menyebar hoaks sehingga terbentuk realitas sosial sehingga hoaks dianggap sebagai suatu kebenaran. Itu membuat pegangan orang berperilaku. Bukankah itu bahaya dalam bangunan sosial? Ruang dialektika adalah ruang bersama, tapi milik bersama tidak hanya milik orang yang memproduksi pesan. Kalau kita kembali pada fungsi komunikasi maka langkah-langkah (patrol grup WA) itu saya termasuk yang mendukung itu karena jangan membuat informasi itu membuat orang stres,” paparnya.
(pur)
Berita Terkait
Ciptakan Komunikasi...
Ciptakan Komunikasi Publik Efektif, Kominfo Ajak Masyarakat Tangkis Hoaks Bersama
Polisi Sebut Sudah Tangani...
Polisi Sebut Sudah Tangani 101 Kasus Penyebaran Hoaks Corona
Habib Bahar Tersangka...
Habib Bahar Tersangka Penyebaran Hoaks, Polri: Silakan Tempuh Jalur Hukum
Polri Sebut Sejumlah...
Polri Sebut Sejumlah Laporan Dugaan Penyebaran Hoaks Rocky Gerung Telah Dicabut
Polri Sudah Ungkap 99...
Polri Sudah Ungkap 99 Kasus Hoaks Terkait Covid-19
Polri Sebut Penangkapan...
Polri Sebut Penangkapan dr Lois Terkait Hoaks Virus Corona
Berita Terkini
Tekan Angka Kematian...
Tekan Angka Kematian Jemaah Haji, Menhaj: Istithaah Kesehatan Jadi PR
Menhut Akui Terima Amplop...
Menhut Akui Terima Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Mestinya Laporkan Dugaan Gratifikas
Penasihat Ahli Kapolri:...
Penasihat Ahli Kapolri: Irjen Pol Pipit Rismanto Segera Dilantik Jadi Kapolda Jabar
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved