Demi Rekonsiliasi, Cak Imin Tak Masalah Demokrat dan PAN Merapat
Senin, 17 Juni 2019 - 21:46 WIB
Demi Rekonsiliasi, Cak Imin Tak Masalah Demokrat dan PAN Merapat
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, belum ada pembahasan mengenai kabinet di koalisi pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin. Menurut Cak Imin, sapaan akrabnya, masalah kabinet akan diputuskan Presiden Jokowi.
"Kita akan tunggu saja karena itu kan hak prerogatif presiden," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Menteng, Jakarta, Senin (17/6/2019).
Atas dasar hal tersebut, usulan menteri yang ditawarkan oleh PKB tidak diumumkan saat ini. Cak Imin menganggap, usulan menteri juga menjadi hak prerogratif Jokowi sebagai Presiden.
"Kita tidak berharap pos manapun, semua bergantung pada presiden, tapi beliau pasti akan mengajak bicara kita, nanti kita tunggu," ujarnya.
Sementara itu, terkait bergabungnya partai Demokrat dan PAN, Cak Imin memandang bahwa saat ini anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf di DPR sudah gemuk. Namun untuk kepentingan rekonsiliasi maka, pihaknya tak mempermasalahkan kehadiran Demokrat dan PAN merapat ke kubu 01.
"Tapi kalau dalam rangka rekonsiliasi nasional why not, tidak ada masalah," jelas pria yang menjabat Wakil Ketua MPR itu.
"Kita akan tunggu saja karena itu kan hak prerogatif presiden," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Menteng, Jakarta, Senin (17/6/2019).
Atas dasar hal tersebut, usulan menteri yang ditawarkan oleh PKB tidak diumumkan saat ini. Cak Imin menganggap, usulan menteri juga menjadi hak prerogratif Jokowi sebagai Presiden.
"Kita tidak berharap pos manapun, semua bergantung pada presiden, tapi beliau pasti akan mengajak bicara kita, nanti kita tunggu," ujarnya.
Sementara itu, terkait bergabungnya partai Demokrat dan PAN, Cak Imin memandang bahwa saat ini anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf di DPR sudah gemuk. Namun untuk kepentingan rekonsiliasi maka, pihaknya tak mempermasalahkan kehadiran Demokrat dan PAN merapat ke kubu 01.
"Tapi kalau dalam rangka rekonsiliasi nasional why not, tidak ada masalah," jelas pria yang menjabat Wakil Ketua MPR itu.
(pur)