Kubu 02 Soroti Netralitas Polisi dan Intelijen dalam Pilpres 2019

Jum'at, 14 Juni 2019 - 14:35 WIB
Kubu 02 Soroti Netralitas...
Kubu 02 Soroti Netralitas Polisi dan Intelijen dalam Pilpres 2019
A A A
JAKARTA - Kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Kubu 02) menyoroti netralitas aparat negara, khususnya polisi dan intelijen. Kubu 02 menganggap aparat negara tidak netral dalam penyelenggaraan Pilpres 2019. Ketidaknetralan tersebut sebagai bagian dari kecurangan TSM (terstruktur, sistematis, masif).

"Pemohon akan memberikan kelengkapan pembuktian pada tahap sidang selanjutnya guna menjaga kemurnian, keamanan dan keselamatan bukti-bukti tersebut." Kata Denny Indrayana, salah satu kuasan hukum kubu 02, di gedung MK, Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, ketidaknetralan Polri dan BIN merupakan pelanggaran atas prinsip netralitas dan profesionalitas yang diatur dalam UU Polri, UU Intelijen, dan lebih khusus lagi dalam UU 7/2017 tentang Pemilu. Aparat secara langsung dan tidak langsung bertindak menjadi “tim pemenangan” paslon 01 dan menciptakan ketidakseimbangan ruang kontestasi.

"Pada satu kesempatan pengarahan, Presiden Petahana dengan sengaja meminta agar Polri (dan TNI) untuk membantu sosialisasi program pemerintah kepada masyarakat luas. Arahan yang demikian, di samping menyalahgunakan birokrasi aparatur negara, Presiden Jokowi juga menarik Polri (dan TNI) ke dalam politik Pilpres 2019, dan menjadi tidak netral, karena secara langsung ataupun tidak langsung menjadi terjebak ikut mengkampanyekan," jelasnya.

Begitupun dengan ketidaknetralan polisi. Denny mencontohkan a pengakuan dari Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, AKP Sulman Azis yang mengaku diperintahkan untuk menggalang dukungan untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin oleh Kapolres Kabupaten Garut. Perintah serupa juga diberikan kepada kapolsek lainnya di wilayah Kabupaten Garut.

AKP Sulman mengatakan, Kapolres Kabupaten Garut juga pernah menggelar rapat dengan para kapolsek di wilayahnya pada sekitar bulan Februari 2019. Dalam rapat tersebut, perintah menggalang dukungan bagi paslon 01 diberikan. Para kapolsek diancam akan dimutasikan jika paslon 01 kalah di wilayahnya.

Denny juga menunjuk kecurangan oleh BIN. Kepala BIN Budi Gunawan mempunyai kedekatan politik yang sangat dekat dengan PDIP dan Megawati Soekarnoputri. "Selain memang pernah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri, kedekatan Kepala BIN Budi Gunawan diindikasikan dengan kehadirannya pada acara HUT PDIP. Suatu hal yang tidak ia lakukan untuk acara partai lainnya," jelasnya.
(poe)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved