PDIP: Bukan ‘Tradisi’ Indonesia, Pembunuhan Tokoh Politik Tak Boleh Ada

Rabu, 12 Juni 2019 - 23:15 WIB
PDIP: Bukan ‘Tradisi’...
PDIP: Bukan ‘Tradisi’ Indonesia, Pembunuhan Tokoh Politik Tak Boleh Ada
A A A
JAKARTA - Rencana pembunuhan terhadap tokoh-tokoh politik nasional sebagaimana diungkap kepolisian, menunjukkan ada upaya memainkan politik kekerasan oleh segelintir elite ala pembunuhan tokoh-tokoh politik di Timur Tengah atau Amerika Latin, sebagai ekspresi ketidakpuasan terhadap proses elektoral yang sudah berjalan.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengatakan, negara tidak boleh membiarkan aksi kekerasan tersebut sebelum terlanjur menjadi “lingkaran setan kekerasan” dalam perpolitikan Indonesia.

Menurutnya, dalam beberapa dekade terakhir, ratusan tokoh politik di Amerika Latin menjadi korban pembunuhan dari lawan politik, kartel narkotika dan kekuatan militer. Tidak sedikit juga tokoh politik di Timur Tengah yang meninggal dunia karena dibunuh.

"Sebut saja pembunuhan mantan PM Lebanon Rafik Hariri yang membawa negara tersebut kepada tradisi kekerasan yang seakan tak berkesudahan," kata Charles, Rabu (12/6/2019).

Charles menyebut bahwa Indonesia tidak memiliki ‘tradisi’ perebutan kekuasaan dengan cara-cara pembunuhan tokoh politik seperti itu. "Oleh karenanya, kita sebagai anak bangsa hendaknya bersatu untuk menentang dan tidak memberi ruang sedikitpun terhadap segala bentuk politik kekerasan. Perebutan kekuasaan dalam negara demokratis seperti Indonesia haruslah melalui pemilu, bukan dengan desing mesiu," paparnya.

Di sisi lain, Charles juga mengapresiasi kinerja TNI dan Polri yang telah mencegah terjadinya pembunuhan tokoh-tokoh politik, dan menjadi benteng terdepan NKRI. Kesiapsiagaan TNI-Polri dalam menjaga NKRI ini hendaknya juga diikuti dengan sikap elite yang antikekerasan dan mengedepankan cara-cara bermartabat dalam berpolitik.

"Elite politik seharusnya menyadari bahwa kekuasaan bukanlah segalanya, sehingga tidak perlu cara-cara jalanan untuk merebutnya. Sebaliknya, sekeras apapun pemilu - sebagai mekanisme perebutan kekuasaan yang sah dalam negara demokratis - tidak boleh membawa Indonesia pada sebuah lingkaran setan kekerasan," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Seperti Pemilu 1999...
Seperti Pemilu 1999 dan 2004, PDIP Dukung Masa Kampanye Dipersingkat
Perayaan HUT ke-50 PDIP...
Perayaan HUT ke-50 PDIP Tidak Undang Parpol Lain, Ini Alasannya
Megawati: Menang Pemilu...
Megawati: Menang Pemilu Tidak Ada Artinya jika Tidak Bisa Perbaiki Kehidupan Rakyat
Rekam Jejak Suara PDIP...
Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Indikator yang Membuat...
Indikator yang Membuat PDIP Pantas Disebut Partai Modern
Megawati Sentil Kader...
Megawati Sentil Kader PDIP Babak Belur di Pemilu 2024
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved