Lebaran Diharapkan Jadi Momentum Tepat Rekonsiliasi Pilpres 2019

Jum'at, 31 Mei 2019 - 16:02 WIB
Lebaran Diharapkan Jadi...
Lebaran Diharapkan Jadi Momentum Tepat Rekonsiliasi Pilpres 2019
A A A
JAKARTA - Sekjen Rumah Jokowi (RJ) Omar Aram mengajak seluruh elemen masyarakat untuk rekonsiliasi demi kepentingan bangsa dan negara. Menurut Omar, pasca-Pilpres 2019 masyarakat masih terpolarisasi menjadi dua. Kondisi seperti ini harus segera disudahi.

"Sampai kapan kita seperti ini, harus segera disudahi dan membangun bangsa bersama-sama lagi," kata Omar Aram di Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Menyinggung sengketa hasil Pemilu 2019, lanjut Omar, kubu paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah menyerahkan penyelesaiannya kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Ia meminta masyarakat untuk bersabar menanti keputusan MK.

"Enggak usah demo. Sudah disediakan salurannya. Tunggu putusan MK," ujarnya.

Ditegaskannya, peristiwa kerusuhan 21-22 Mei kemarin yang memakan korban agar tidak terulang lagi. Dia khawatir situasi yang tidak kondusif akan dimanfaatkan sekelompok orang untuk membuat Indonesia tidak nyaman.

Sementara itu, Ketua RJ Yongki Jonacta Yani mendukung pertemuan antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. "Kata Pak Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan) bisa terjadi setelah Lebaran. Insha Allah terwujud," ucap Yongki.

Dia berkeyakinan, pertemuan Jokowi-Prabowo akan meredakan suhu politik pasca-Pemilu 2019 yang masih panas. "Kenegarawanan elite politik harus dibuktikan dengan melakukan pertemuan, lalu ditindaklanjuti dengan rekonsiliasi," katanya.

"Jika menolak rekonsiliasi, rakyat akan mencatat dengan tinta hitam dalam sejarah sikap elite politik tersebut," sambungnya.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto bisa terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri. Ungkapnya, kubu Jokowi terus mendorong agar pertemuan tersebut terwujud. "Melihat situasi sekarang, bisa jadi setelah Lebaran," tuturnya.

Kata Moeldoko, terbaru ini ada komunikasi melalui jalur lain. "Second track sudah dilakukan untuk melakukan pendalaman, semoga berjalan mulus," imbuh Moeldoko.

Dia katakan, komunikasi politik merupakan prioritas utama dalam upaya menyelesaikan persoalan bangsa. Dia juga mengatakan siapa pun yang menjadi presiden nantinya milik seluruh rakyat Indonesia.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Sambut Hari Raya Idul...
Sambut Hari Raya Idul Fitri dengan Midnight Sale
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Perkuat Silaturahmi,...
Perkuat Silaturahmi, Dubes Yuddy Chrisnandi Safari Idul Fitri di Ukraina
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved