Membaca Peluang PAN-Demokrat Masuk Barisan Jokowi-Ma'ruf

Rabu, 22 Mei 2019 - 11:10 WIB
Membaca Peluang PAN-Demokrat...
Membaca Peluang PAN-Demokrat Masuk Barisan Jokowi-Ma'ruf
A A A
JAKARTA - Pasca pemungutan suara Pemilu 2019, isu akan bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat ke koalisi pendukung Joko Widodo menyeruak ke publik.

Setidaknya itu terlihat dari pertemuan-pertemuan yang digelar putra Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Jokowi di Istana Negara. Begitu juga dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang rencananya akan bertemu Jokowi hari ini.

Lalu bagaimana peluang dan nasib Demokrat dan PAN bergabung ke Pemerintah Jokowi-Ma'ruf?

Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani tidak menampik perkembangan politik dalam beberapa hari belakangan semakin dinamis.

Apalagi kata dia, sebelumnya ada pernyataan dari elite-elite partai politik pendukung Prabowo-Subianto yang menyatakan koalisi pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu hanya sampai 22 Mei 2019.

Sekadar informasi, 22 Mei adalah baas akhir pengumuman hasil rekapitulasi pemungutan suara Pilpres 2019. "Kita tunggu saja. Seperti apa sikap Demokrat dan PAN," kata Arsul di Rumah Cemara, Selasa 21 Mei 2019.Mengenai berapa besar peluang Demokrat dan PAN bergabung ke pemerintahan, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini menilai jika mereka ingin bergabung dengan pemerintah maka, urusannya bukan pada TKN.
Dalam hal ini, lanjut Arsul, Jokowi diberikan kewenangan untuk menyikapinya. Kata Arsul, Jokowi pasti akan meminta pendapat dan masukan 10 parpol koalisi yang sejak awal mengusung dan mendukungnya, khususnya PDIP sebagai pemimpin koalisi.

"Belum jelas juga. Jangan-jangan kita saja yang kegeeran mereka mau gabung," ucapnya.

Sekretaris Jeneral DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto juga angkat suara mengenai kemungkinan bergabungnya PAN dan Demokrat ke barisan koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Hasto menegaskan PDIP akan membuka ruang berdialog mengenai hal tersebut. Menurut dia, kemungkinan bergabungnya parpol pendukung Prabowo ke Jokowi terbuka.

"Kami membuka ruang," kata Hasto.
(dam)
Berita Terkait
PAN Berpeluang Tempatkan...
PAN Berpeluang Tempatkan Kader di Kabinet Jokowi-Maruf Amin
Pengamat Nilai PAN di...
Pengamat Nilai PAN di Bawah Zulhas Relatif Siap Bermitra dengan Istana
Untung Rugi Jika PAN...
Untung Rugi Jika PAN Bergabung ke Pemerintahan Jokowi Lagi
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Sejak Era Reformasi...
Sejak Era Reformasi PAN Jadi Partai Pemerintah, Ini Faktanya
Fraksi PAN Minta 2021...
Fraksi PAN Minta 2021 Pemerintah Fokus Reformasi Sektor Kesehatan
Berita Terkini
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved