Ramadhan Momen Pengendalian Diri dan Perkuat Kebersamaan

Selasa, 21 Mei 2019 - 16:48 WIB
Ramadhan Momen Pengendalian...
Ramadhan Momen Pengendalian Diri dan Perkuat Kebersamaan
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019, Senin (20/5/2019) malam.

Semua pihak diminta untuk menghormati keputusan tersebut sebagai produk konstitusi sesuai undang-undang. Bagi yang tidak puas, kontestan dapat melakukan upaya hukum dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Masyarakat pun diingatkan untuk dapat mengendalikan diri dan tidak berbuat anarkistis. Apalagi di saat bulan Ramadhan.

"Puasa Ramadhan adalah pengendalian diri untuk mewujudkan kebersamaan. Oleh karena itu, setiap dan seluruh mereka yang beriman dan berpuasa wajib menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia yang mengandung banyak mudharat seperti unjuk rasa yang dapat menjadi anarki yang merugikan bangsa dan negara," tutur cendekiawan muslim, Azyumardi Azra di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Menanggapi rencana demo besar-besaran pada 22 Mei besok, Azyumardi menilai rencana itu sebagai ekspresi hawa nafsu.Dia mengimbau masyarakat hanya mendengar ulama yang netral dan berpihak pada kelompok tertentu.
"Yang namanya demo adalah ekspresi dari hawa nafsu. Padahal puasa itu menahan hawa nafsu. Jadi saya kira ulama seperti itu tidak perlu didengar. Yang perlu didengar itu ulama netral, berpihak pada kepentingan umat, negara. Kita harus apresiasi ulama NU dan Muhammadiyah yang netral," tuturnya.

Azyumardi juga menggarisbawahi pernyataan bahwa demo 22 Mei adalah jihad. Dia menolak itu. Menurut dia, klaim atas nama ulama menyerukan jihad 22 Mei harus ditolak. “Itu politisasi agama,” tegasnya,

Dia mengingatkan ulama seharusnya menenangkan umat dan tidak memercik permusuhan di antara umat. Apalagi, rencana aksi massa itu ada di saat bulan puasa.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyarankan masyarakat sebaiknya mengikuti prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal itu jika memang ada pihak yang tidak puas dengan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 dari KPU.

"Ada KPU, Bawaslu, MK. Biarkan lembaga yang diamanatkan undang-undang itu melaksanakan tugasnya. Tidak usah mengerahkan massa, apalagi atas nama jihad,” tutur Azyumardi.
(dam)
Berita Terkait
Jejak Buddha Nusantara,...
Jejak Buddha Nusantara, Komitmen MNSBDI untuk Kerukunan dan Budaya
Kemenag Siapkan Regulasi...
Kemenag Siapkan Regulasi Khusus Rumah Doa untuk Perkuat Kerukunan
PKUB Kemenag Inisiasi...
PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Ratusan Orang Muda Lintas...
Ratusan Orang Muda Lintas Agama dan Kepercayaan Rawat Toleransi
Menjaga Kerukunan Umat...
Menjaga Kerukunan Umat Beragama: Menuju Indonesia Emas Tahun 2024
Revitalisasi Paradigma...
Revitalisasi Paradigma Trilogi Kerukunan untuk Kebutuhan Umat Saat ini
Berita Terkini
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Pemprov Jabar Selangkah Lagi Amankan Aset SMAN 1 Bandung
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved