Pihak Prabowo-Sandi Tegaskan Kedaulatan Berada di Tangan Rakyat

Rabu, 15 Mei 2019 - 14:13 WIB
Pihak Prabowo-Sandi...
Pihak Prabowo-Sandi Tegaskan Kedaulatan Berada di Tangan Rakyat
A A A
JAKARTA - Kubu Prabowo-Sandi menolak hasil penghitungan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 yang sedang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Alasannya, kecurangan Pilpres 2019 terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif.

Namun, mereka juga tidak akan menempuh jalur ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, mereka tak lagi percaya dengan MK. Lalu, jalur apa yang akan diambil Kubu Prabowo-Sandi?

"Kita kembali ke Pasal 1 ya Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilaksanakan melalui ketentuan Undang-undang Dasar," ujar Juru Bicara Direktorat Advokasi BPN, Muhammad Syafi'i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

"Lalu kalau sudah dipastikan Undang-undang Dasar tidak dilaksanakan kedaulatan tetap ada di tangan rakyat. Kita akan melihat nanti apa keinginan rakyat terhadap pemilu curang yang sekarang berlangsung, jadi ada tanggal mainnya," sambungnya.

Sebab kata Syafi'i, konstitusi saat ini sudah tidak dijalankan oleh pemerintah dengan adil. "Kayaknya itu sudah tidak lagi dilaksanakan," ujar politikus Partai Gerindra ini.

Namun dia memastikan, langkah yang dilakukan Kubu Prabowo-Sandi nantinya tetap konstitusional, walaupun tidak ke MK.

"Saya ulangi lagi bunyi Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945 kedaulatan ada di tangan rakyat, kalau dulu kan dilaksanakan sepenuhnya oleh majelis permusyawaratan rakyat, maka MPR lah dulu yang memilih, menetapkan, memberhentikan, memberi program dan meminta pertanggungjawaban presiden," ujar anggota Komisi III DPR ini.

Karena lanjut dia, MPR pemegang kedaulatan rakyat. "Sekarang kedaulatan dan di tangan rakyat dilaksanakan melalui ketentuan Undang-undang Dasar, siapa yang akan melaksankan Undang-undang Dasar ini," ungkapnya.

Dia mengatakan, sumpah presiden dan wakil presiden jelas, yakni akan melaksanakan Undang-undang Dasar dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya dan melaksanakan peraturan perundang-undangan serta berbakti kepada bangsa dan negara.

"Ketika Undang-undang Dasar dipastikan sudah tidak dilaksankan, tolong diingat kedaulatan tetap berada dibtangan rakyat, nanti rakyat akan tunjukkan apa maunya dengan kedaulatan yang dimilikinya ketika kita sudah memastikan Undang-undang Dasar dan peraturan perundang-undangan tidak lagi dilaksanakan," katanya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
Ini 7 Provinsi Lumbung...
Ini 7 Provinsi Lumbung Suara PDIP pada Pemilu 2019
7 Provinsi yang Jadi...
7 Provinsi yang Jadi Lumbung Suara PKB pada Pemilu 2019, Nomor 6 di Papua
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved