Kivlan Zen Bantah Isu Akan Melarikan Diri ke Jerman

Senin, 13 Mei 2019 - 11:54 WIB
Kivlan Zen Bantah Isu...
Kivlan Zen Bantah Isu Akan Melarikan Diri ke Jerman
A A A
JAKARTA - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayor Jenderal Purn Kivlan Zen sempat dicegah ke luar negeri pada Jumat 10 Mei 2019 meski kemudian dibatalkan oleh kepolisian.

Dia sempat dicegah saat berada di Bandara Soekarno Hatta untuk bertolak ke Batam.

"Yang ada, tuduhan saya melarikan diri ke Brunei, dari Batam ke Brunei ke Jerman. Malah saya dikawal sama polisi dalam pesawat sampai di bandara di Batam, sampai di situ ada anak, istri, cucu saya. Saya datang untuk ke sana bukan untuk melarikan diri," tutur Kivlan di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Melarikan diri dari persoalan, kata Kivlan, bukan karakternya. Dia menegaskan selalu berupaya menuntaskan segala persoalan yang dihadapi.

"Saya pernah mendamaikan pemberontak Filipina, saya pernah membebaskan sandera pada tahun 2016, saya membebaskan sandera tahun 73, saya sudah berbuat untuk bagsa Indonesia, saya sudah melakukan sesuatu, saya ikut menegakkan kemerdekaan di Papua, saya juga bertempur di situ," tutur mantan Komandan Kontingen Garuda di Filipina ini.

Kivlan berpendapat kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tidak boleh dipersempit atau dikurangi. Apalagi menyampaikan pendapat demi memperjuangkan keadilan.

"Saya menyampaikan supaya adil dan saya sampaikan dulu kita perjuangkan (kebebesan berpendapat-red) pada tahun 1998. Pak Habibie membuat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Kita bebas dan merdeka dalam berpendapat," tuturnya.

Kivlan Zen dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin ke Bareskrim Polri. Kivlan dilaporkan atas tuduhan telah melakukan tindak pidana penyebaran hoaks dan upaya makar.
(dam)
Berita Terkait
Ciptakan Komunikasi...
Ciptakan Komunikasi Publik Efektif, Kominfo Ajak Masyarakat Tangkis Hoaks Bersama
TikToker Dedi Tjandra...
TikToker Dedi Tjandra Ditetapkan Tersangka Penyebaran Hoaks
Penyebaran Berita Hoaks...
Penyebaran Berita Hoaks Meningkat, Tertinggi Terkait Isu Politik
Lawan Covid-19, Jaga...
Lawan Covid-19, Jaga Jempol, Stop Penyebaran Berita Hoaks
Polisi Sebut Sudah Tangani...
Polisi Sebut Sudah Tangani 101 Kasus Penyebaran Hoaks Corona
Cegah Penyebaran Hoaks...
Cegah Penyebaran Hoaks Demi Proses Pembangunan yang Lebih Demokratis
Berita Terkini
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved