Sorotan Guru Besar Turki terkait Politik di Indonesia Usai Pemilu

Senin, 06 Mei 2019 - 00:01 WIB
Sorotan Guru Besar Turki...
Sorotan Guru Besar Turki terkait Politik di Indonesia Usai Pemilu
A A A
JAKARTA - Guru Besar Sosiologi Universitas Marmara Istanbul, Turki, Prof Dr Ergun Yildirim mengapresiasi pemerintah Indonesia yang sukses melaksanakan Pemilu 2019. Hajatan politik lima tahunan yang berlangsung pada 17 April lalu itu secara umum berjalan lancar dan damai.

"Saya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan pelaksaan Pemilu 2019 di Indonesia. Semoga kedua belah pihak bisa berbesar jiwa menerima hasil pemilu," ujar Ergun saat diwawancara melalui telepon seluler, Minggu (5/5/2019).

Ergun juga menyoroti politik di Indonesia pasca pemilu. Dimana salah satu calon wakil presiden, KH Ma'ruf Amin yang berpasangan dengan capres Joko Widodo, merupakan petinggi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Ergun yang merupakan pemerhati Islam politik berpendapat, NU sebetulnya akan lebih baik tetap independen. Sebab dalam politik ada banyak ketidakpastikan. Jika suatu saat ada peristiwa politik yang buruk, maka akan membahayakan NU. "Ketika NU citranya buruk, maka masyarakat bisa menjauhi NU," ujar dia.

Lantas ia mencontohkan Turki dimana saat ini AKP selaku partai berkuasa banyak disoroti terkait isu korupsi dan isu hukum. Akibatnya masyarakat terbelah dan saling menyalahkan. "Oleh sebab itu, saya katakan, agama dan politik itu harus dipisahkan," tegas Ergun.

Mantan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Marmara itu menilai masyarakat Indonesia telah memilih sistem demokrasi. Demokrasi itu berjalan seiring dengan hukum. Jika ada masalah yang muncul maka harus diselesaikan dengan mekanisme hukum.

Menurut Ergun, apa yang dialami Indonesia dialami juga oleh Turki. Dimana terdapat simpang siur informasi yang berseliweran. Maka ia menyarankan hati-hati dengan media, terutama sosial media. Pasalnya, media bisa menggiring opini publik.

Jika ada perselisihan suara pemilu, ia menyarankan sebaiknya persoalan diselesaikan melalui jalur hukum. "Lihat sekarang di Turki setelah pilkada persoalan digoreng oleh sosial media. Dulu sebelum ada sosial media situasinya lebih baik".

Ergun melanjutkan, media memiliki kebijakan sendiri dalam menyampaikan beritanya, tergantung pemiliknya. Sementara sosial media memiliki dua sisi, yakni ada sisi positif ada sisi negatif.

"Di dunia saat ini banyak konflik terjadi gara-gara sosial media. Negara memberikan kebebasan. Tapi ketika kebebasan itu diberi, sosial media menjadi tempat kebohongan," terangnya.

Ergun berharap setelah pemilu, maka yang perlu menjadi perhatian adalah isu ekonomi. Masyarakat harus diperhatikan dan diurus dengan baik sebagai bagian dari pelayanan publik. Pendidikan harus lebih berkualitas sehingga melahirkan SDM berkualitas dan kompetitif, universitas berkualitas.

"Sektor ini sangat penting. Kebijakan-kebijakannya harus ditingkatkan menyangkut isu keluarga, kesetaraan gender. Sebab dunia saat ini tengah mengalami situasi yang buruk, termasuk di Turki juga terkait isu tersebut," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved