Nu dan Muhammadiyah Diminta Jadi Garda Terdepan Tularkan Jiwa Kewirausahaan

Minggu, 28 April 2019 - 12:02 WIB
Nu dan Muhammadiyah...
Nu dan Muhammadiyah Diminta Jadi Garda Terdepan Tularkan Jiwa Kewirausahaan
A A A
LAMONGAN - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah diminta menjadi garda terdepan menularkan jiwa kewirausahaan kepada generasi muda. Itu sangat mungkin mengingat kedua organisasi itu memiliki lembaga pendidikan yang bisa menjangkau masyarakat luas.

Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir mengatakan peran nyata NU dan Muhammadiyah telah merentang panjang dalam membangun negeri. Mulai dari perjuangan kemerdekaan, ikut mendirikan Republik Indonesia dan mengisi kemerdekaan melalui kerja-kerja nyata.

“Kedewasaan dua pimpinan Ormas Islam itu sangat positif dalam menjaga suasana damai dan kondusifitas terutama selepas pemilihan umum 17 April lalu,” ujar Soetrisno ketika menjadi pembicara dalam "Dialog Bersama Ketua KEIN: Menguatkan Ekonomi Umat dan Daya Saing Ekonomi Lokal Kabupaten Lamongan” di Pendopo Bupati Lamongan, Jawa Timur, Minggu (28/4/2019).

Dalam acara yang dihadiri Bupati M Fadeli itu, Soetrisno memaparkan peran NU dan Muhammadiyah dalam membangun negeri sangat terasa di Lamongan. Buktinya amal usaha Muhammadiyah dan lembaga-lembaga di bawah NU seperti sekolah (pesantren) berbagai jenjang pendidikan, perguruan tinggi terus bertumbuh.

Lalu masyarakat Lamongan, kata Soetrisno, juga punya modal sosial berupa jiwa kewirausahaan yang cukup tinggi. Masyarakatnya yang merantau tersebar ke semua daerah di Indonesia, bahkan banyak yang mencari peluang hingga ke luar negeri. Tak heran Lamongan menjadi salah satu tertinggi dalam hal pengiriman uang dari luar negeri.

“Ini menjadi indikator banyaknya perantau Lamongan yang sukses di berbagai daerah dan luar negeri,” tutur Soetrisno.

Di samping itu, Soetrisno menilai potensi ekonomi Lamongan juga cukup besar mulai dari perikanan, pertanian (jagung dan padi), peternakan dan industri pengolahan. Oleh karena itu, semua ini harus dimaksimalkan demi kesejahteraan masyarakat.

Pasca pelaksanaan Pemilu 2019, tambah Soetrisno, menjadi momentum bagi semua pilar bangsa bersinergi membangun negeri. Mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas, membuka lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing industri.

“Pelaksanaan Pemilu 2019 sudah selesai, saatnya melanjutkan kerja-kerja pembangunan mewujudkan Indonesia yang maju,” tutup Soetrisno.
(kri)
Berita Terkait
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul...
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama, Bagaimana Memahaminya?
Survei Denny JA: Pendukung...
Survei Denny JA: Pendukung Nahdlatul Ulama Naik Drastis
Serum Institute Bahas...
Serum Institute Bahas Moderasi Beragama Bersama PCNU dan Muhammadiyah
Muhammadiyah-NU: Muhammadinu
Muhammadiyah-NU: Muhammadinu
MUI dan Muhammadyah...
MUI dan Muhammadyah Beda Waktu Subuh, Jangan Dipermasalahkan
Nahdlatul Aulia Sambangi...
Nahdlatul Aulia Sambangi NU dan Muhammadiyah
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved