Tanda Kesehatan Jamaah Haji Kini Lebih Canggih, Pakai Barcode

Sabtu, 27 April 2019 - 07:00 WIB
Tanda Kesehatan Jamaah...
Tanda Kesehatan Jamaah Haji Kini Lebih Canggih, Pakai Barcode
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan, dari 231.000 jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini tidak semuanya sehat. Ada sebagian di antaranya mereka menderita penyakit.

Meski begitu mereka tetap bisa menunaikan ibadah haji, tetapi tentu saja di bawah pemantauan petugas. Untuk memudahkan pemantauan, jamaah haji yang tidak sehat akan ditandai dengan kartu warna oranye. (Baca Juga: Puskes Haji Ungkap Tahun Ini Ada 113 Jamaah Tak Isthita’ah Kesehatan)

"Kartu itu three ini one, ada tanda vaksin, ada data-data kesehatan, ada tanda risti (risiko tinggi). Tanda risti ini warnanya oranye," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes , Eka Yusuf Singka di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (26/4/2019).

Sebelumnya tanda jamaah dibedakan berdasarkan warna gelang, merah, kuning, hijau. Warna merah untuk jamaah haji dengan risiko tinggi, kuning untuk risiko sedang, dan hijau untuk jemaah yang sehat.

Menurut Eka, penggantian ini untuk menjaga psikologis jemaah haji. Sehingga semuanya bersama-sama menjaga kesehatannya.

Eka belum memiliki data berapa jemaah yang diberikan kartu ini. Sebab, nanti saat pemeriksaan kedua, menjelang pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) baru tercetak kartunya. Biasanya setiap tahun 63% jemaah haji adalah risti.

"Tahun ini sekitaran itu, 63%," katanya.

Informasi dalam kartu itu bisa diketahui melalui scan barcode, QR code. Alat pembaca informasi di dalam kartu dipegang oleh petugas. Informasi kesehatan ini juga bisa diakses petugas di Arab Saudi .

Menurut Eka, terobosan ini sebenarnya telah mulai dilakukan dua tahun terakhir. Atas inovasi ini, pemerintah Arab Saudi memberikan penghargaan.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menambahkan, data informasi kesehatan jemaah haji semakin canggih, menggunakan barcode. Sehingga kesehatan jemaah bisa lebih terpantau oleh petugas.

"Kalau dulu kita punya tanda, dia sakit, dia nggak sakit. Sekarang lebih lagi, ada pendataan, dia bisa dipantau," katanya.
(rhs)
Berita Terkait
Kemenkes Saudi Tugaskan...
Kemenkes Saudi Tugaskan Seorang Pengawas Kesehatan untuk Tiap 50 Jamaah Haji
Kabar Gembira, Kemenag...
Kabar Gembira, Kemenag akan Berangkatkan Jamaah Umrah Mulai Januari 2022
Amphuri: Kementerian...
Amphuri: Kementerian Haji dan Umrah Sejarah Baru Indonesia
Komnas Haji dan Umrah...
Komnas Haji dan Umrah Dorong Dirjen Haji Segera Diisi Pejabat Definitif
Klaster Kesehatan Madinah...
Klaster Kesehatan Madinah Lakukan Kampanye Kesehatan dalam 14 Bahasa
Cegah Korupsi, 16 Eks...
Cegah Korupsi, 16 Eks Penyidik KPK Dilantik Jadi Pegawai Kementerian Haji dan Umrah
Berita Terkini
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Infografis
Jadwal Ibadah Haji 2023,...
Jadwal Ibadah Haji 2023, Jamaah Mulai Berangkat 23 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved