Perseteruan Pilpres, BaraJP Berharap Semua Pihak Buka Data

Minggu, 21 April 2019 - 21:11 WIB
Perseteruan Pilpres,...
Perseteruan Pilpres, BaraJP Berharap Semua Pihak Buka Data
A A A
JAKARTA - Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) menggelar syukuran atas keberhasilan pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin yang menang Pilpres 209 versi hitung cepat (quick count). Syukuran diisiniasi Pengurus BaraJP Viktor S Sirait.

"Kita mengadakan syukuran atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf seperti yang sudah kita lihat di quick count," kata Viktor di Markas Besar BaraJP, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (21/4/2019).

Dalam kesempatan ini, ia meminta semua pihak membuka data mentah dan metodologi penelitian yang digunakan dalam quick count maupun real count. Hal itu semata demi menjaga kedamaian masyarakat. Agar tidak terjadi disinformasi dalam merespons hasil pemungutan suara Pemilu serentak yang digelar 17 April 2019.

Sebelumnya Sekjen Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) Yunarto Wijaya mengatakan, semua lembaga survei yang melakukan quick count Pilpres 2019 bersedia membuka data mentah dan metodologi mereka. Maka itu, Viktor mendesak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga membuka data mentah dan metodologi yang digunakan dalam quick count maupun real count.

BaraJP juga meminta para pakar statistik dan ilmu politik di berbagai perguruan tinggi Indonesia membentuk tim penilai. Mereka diminta menilai data mentah anggota Persepi dan lembaga survei versi paslon 02.

“Apabila semua pihak tidak segera membuka data mentah masing-masing, maka berita hoaks yang terus-menerus digaungkan, lama-kelamaan bagi masyarakat bisa menjadi berita yang seakan-akan benar. Ini persis seperti yang dilakukan Adolf Hitler, melalui Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Joseph Goebels,” sambungnya.

Menurut Viktor, keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI yang sudah final. Hal ini hendaknya tetap dijaga baik oleh semua pihak. “Mengutip wejangan KH Zainuddin MZ, kebangsaan adalah laksana gelas, apabila sempat pecah maka tidak bisa diperbaiki seperti semula. Lem kualitas apa pun tak akan bisa mengembalikan gelas pecah menjadi utuh kembali,” imbuhnya.
(poe)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved