Perludem Apresiasi Pengakuan dari KPU Terkait Salah Input Situng

Sabtu, 20 April 2019 - 23:15 WIB
Perludem Apresiasi Pengakuan...
Perludem Apresiasi Pengakuan dari KPU Terkait Salah Input Situng
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengungkapkan bahwa adanya kesalahan input jumlah suara pilpres ke dalam sistem hitung (Situng), disebabkan faktor human error. Hal ini dikarenakan penyelanggara pemilu di tingkat daerah mengalami kelelahan, setelah bekerja melebihi waktu kewajaran.

Menanggapi itu Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menilai langkah yang diambil oleh KPU patut diapresiasi. Menurutnya keterbukaan transparansi ini juga diikuti oleh kesungguhan untuk menindak lanjuti hasil dari partiaipasi masyarakat berupa temuan ataupun laporan atas ketikdak akuratan input data C1.

"Tapi masyarakat perlu disampaikan bahwa keterbukaan KPU ini memang ditujukan untuk meminta partisipasi masyarakat karena ada itikat baik untuk kenjaga integritas jajarannya bukan untuk menyembunyikan sesuatu justru ini sesuatu yang harus kita apresiasi," ujar Titi di Hotel Morrisey, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

Titi berharap setiap masukan dan tindak lanjut dari masyarakat harus di respons dengan segera dan cepat serta dengan penjelasan yang jelas oleh KPU.

"Setiap masukan dan temuan dari masyarakat harus diikuti dengan menururut saya investigasi di internal KPU untuk betul-betul meyakinkan bahwa kesalahan input itu adalah tidak sengaja dan bukan karena faktor kesengajaan," jelasnya

"Kalo memang ada faktor tidak kesengajaan otomatis harus ada supervisi yang ketat pada para operator ketika mereka melakukan kerja-kerjanya," sambungnya.

Titi memahami pekerjaan petugas KPU sangatlah berat. Oleh karena itu, dia berharap manajemen dan tata kelola kerja oleh KPU harus dipastikan mampu mengontrol dan mensupervisi dengan baik para operator untuk tetap bisa bekerja dengan efektif dan juga cermat.

"Kalo pihak-pihak merasa ada ketidakpuasan misalnya atas input data kan mekanismenya sudah tersedia. Mereka bisa melaporkan kepada Bawaslu kalo memang tidak puas dengan penjelasan KPU," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Mantan Angggota KPU...
Mantan Angggota KPU Sebut MK Belokkan Keputusan yang Sudah Lurus
Berita Terkini
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved