Uchok Minta Polri Usut Dana Asing Tunai yang Diduga untuk Kacaukan Pilpres

Senin, 15 April 2019 - 21:37 WIB
Uchok Minta Polri Usut...
Uchok Minta Polri Usut Dana Asing Tunai yang Diduga untuk Kacaukan Pilpres
A A A
JAKARTA - Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Skay Khadafi mencurigai uang hasil tangkapan Polri dari luar negeri akan digunakan untuk Pilpres. Terutama dengan target membuat gaduh dan menggiring masyarakat agar memilih pasangan yang terafiliasi dengan kelompok Islam radikal.

"Saya mencurigai itu. Uang tersebut, kalau tak berhasil dibongkar oleh Polri akan digunakan untuk Pilpres maupun setelah Pilpres," kata Uchok Skay Khadafi di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Diketahui, Kepolisian menangkap sejumlah kurir yang diketahui membawa dana asing senilai Rp90 miliar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (12/4).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, para kurir bernama Yunanto, Edy Gunawan, Gofur, Giono, Kevin dan Yudi itu ditangkap pukul 21.00 WIB. "Iya benar ada penangkapan," ujar Argo Yuwono, ketika dikonfirmasi, Sabtu (13/4).

Meski demikian, Argo Yuwono enggan mengungkap lebih lanjut terkait penangkapan tersebut. Argo Yuwono hanya menegaskan semua kurir tengah menjalani penyelidikan dan diamankan di Polda Metro Jaya.

Polri, kata Uchok, harus transparan dalam mengungkap kasus ini. Bila perlu tangkap siapa saja yang terlibat dan umumkan ke publik.

"Mereka harus bisa menjelaskan, uang itu untuk apa digunakan, dan siapa-siapa saja yang terlibat," kata Uchok.

Diketahui, para kurir tersebut membawa masing-masing dana dari uang asing. Yunanto dan Edi Gunawan diketahui membawa Rp42,050 miliar, Gofur (Singapura) Rp17,4 miliar, Giono (Hongkong) Rp12 miliar. Kemudian, Kevin dan Yudi (Bangkok) Rp18 miliar.

Adapun total keseluruhan seluruh uang tersebut yakni sekitar kurang lebih Rp90 miliar. Uang itu terdiri dari beberapa jenis mata uang asing. Di antaranya 10 juta Yen, 90 juta Won, 45 ribu Real, 100 ribu dolar Selandia Baru, dan 3.677.000 dolar Singapura.

Uang asing ini disebutkan milik PT Solusi Mega Artha. Dari hasil analisa awal, dana asing itu berasal dari Timur tengah untuk membuat gaduh jelang pilpres. Dalam beberapa hari ini, PPATK berhasil mendeteksi dan mencegah masuknya uang kotor dari Timur Tengah untuk membeli suara rakyat yang mendukung kelompok Islam garis keras.

Selain itu telah berhasil di trace dan dicegah masuknya dana oleh PPATK sebesar 730.000.000. Namun berapa besar dana lainnya yang dibawa masuk secara ilegal sulit dikontrol.

Dana tersebut akan masuk ke rekening oknum pengusaha politik di bank swasta tapi berhasil di red flag, karena mencurigakan.

Polri meminta agar masyarakat waspada untuk tidak terlibat dalam kejahatan keuangan berbau politik SARA karena sanksinya berat.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Momen Habiburokhman...
Momen Habiburokhman Ajak Polri-Jaksa Gandeng Tangan usai Pengumuman Tersangka Eks Jampidsus
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Reza Indragiri Beri...
Reza Indragiri Beri 2 Jempol untuk Kortas Tipidkor Usut 3 Perkara Dugaan Korupsi
Kejagung Bersama Kortas...
Kejagung Bersama Kortas Tipidkor Bakal Ungkap Peran Febrie Adriansyah di Kasus Korupsi
Perdagangan Karbon Dimulai,...
Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis
DPR Minta Kejagung Bentuk...
DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen yang Tidak Terafiliasi Febrie Adriansyah
Infografis
Prabowo: Yang Tidak...
Prabowo: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya akan Singkirkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved