DMI Ajak Umat Islam Perbanyak Melakukan Syiar

Sabtu, 13 April 2019 - 00:01 WIB
DMI Ajak Umat Islam...
DMI Ajak Umat Islam Perbanyak Melakukan Syiar
A A A
JAKARTA - Dewan Masjid Indonesia (DMI) menekankan pentingnya melakukan syiar Islam dalam bentuk apa pun.

"Dalam riwayat Rasulullah dinyatakan bahwa barang siapa yang membantu atau mensyiarkan agama yang saya bawa ke bumi ini walaupun hanya secawan air maka niscaya kelak yang bersangkutan akan berada di sisi baik di surga. Jadi yang memmbantu mensyiarkan Islam niscaya akan berada di surga termasuk orang-orang yang ada di Tawaf TV yang melakukan syiar Islam melalui pemberitaan," tutur Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin, di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Sebagai televisi berita Islam pertama di Indonesia, Syafruddin berharap Tawaf TV dapat menyajikan informasi jernih tentang berbagai peristiwa seputar dunia Islam. "Saya sudah bermimpi lama kapan Indonesia bisa memiliki televisi berita Islam seperti Al Jazeera dan hari ini terjawab dengan hadirnya Tawaf TV," ungkap Syafruddin.

Dia berharap kehadiran Tawaf TV menjadi inspirasi umat dan mendapatkan respons positif dari masyarakat luas. Apalagi stasiun televisi ini dikelola profesional dengan melibatkan banyak sekali kaum milenial.

"Saya bangga banyak sekali anak muda atau kaum milenial yang terlibat dalam produksi Tawaf TV untuk syiar dan kemajuan. Ini saatnya bagi kamu muda Islam untuk berkreasi dan memberi inspirasi," ujar Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) ini.

Syafruddin mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi secara bersama mengembangkan Tawaf TV. "Televisi ini merupakan hasil dari usaha bersama para hamba Allah yang telah menyisihkan hartanya. Nantinya televisi ini tidak akan mengejar profit tapi mengejar syiar ibadah, untuk itu kita semua harus berpartisipasi secara bersama agar Tawaf Tv dapat terus berkembang dan menjadi televisi berita Islam yang disegani," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama sekaligus Pemimpin Redaksi Tawaf TV, Buyung Wijaya Kusuma menjelaskan sebagai televisi berita Islam pertama di Indonesia, program acara yang tayang di Tawaf TV akan menjadi referensi dan pencerah umat yang dapat dipercaya ditengah maraknya berita-berita hoaks.

"Program andalan kami adalah buletin berita Risalah yang akan menayangkan berita-berita baik nasional maupun internasional," ujar Buyung.

Komposisi program acara Tawaf TV terdiri atas 60% buletin berita, 20% talk show inspiratif dan 20% berupa feature humanis. Target audiens Tawaf Tv adalah komunitas-komunitas masjid yang banyak tersebar di Indonesia.

Selain itu, Tawaf Tv juga bekerja sama dengan 20 organisasi pemuda Islam dibawah DMI untuk membuat program tv bersama.

Hadir dalam acara soft launching Tawaf TV Plt Sekjen DMI Arief Rosyid, Dewan Redaksi Tawaf TV yang juga staf khusus Wakil Presiden Husein Abdulah, Sesmen PAN-RB Dwi Wahyu Atmaji, serta beberapa Deputi Kementerian PAN-RB. Selain itu hadir pula beberapa perwakilan organisasi pemuda Islam yang berada dalam naungan DMI.
(dam)
Berita Terkait
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Media Harus Tanamkan...
Media Harus Tanamkan Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan
Kebakaran Jakarta Islamic...
Kebakaran Jakarta Islamic Center Jadi Pemberitaan Media Asing
Kunjungi iNews Media...
Kunjungi iNews Media Group, Kadispenad Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
IJTI Imbau Media Tidak...
IJTI Imbau Media Tidak Mengeksploitasi Pemberitaan Kasus Anak
iNews Media Group Temui...
iNews Media Group Temui Mensos Risma Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved