TKN Jawab Tudingan Rizal Ramli Soal Pembangunan Infrastruktur

Minggu, 07 April 2019 - 11:06 WIB
TKN Jawab Tudingan Rizal...
TKN Jawab Tudingan Rizal Ramli Soal Pembangunan Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir merespons penilaian Ekonom Senior, Rizal Ramli yang menyebut pernyataan dirinya 'ngawur' soal pembangunan infrastruktur di Indonesia sama dengan di Tiongkok.

"Apa betul ngawur? Atau jangan-jangan kecerdasan Rizal Ramli hanya dijadikan alat untuk mengelabui rakyat semata. Pasalnya adalah Rizal Ramli tidak menyebutkan dari tahun berapa sampai dengan tahun berapa pertumbuhan sebesar 12% tersebut, bahkan dia sengaja menutup-nutupi apakah pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang 12% tersebut terjadi sebelum pembangunan infrastruktur yang masif di Tiongkok atau sesudahnya?" paparnya dalam rilisnya, Minggu (7/4/2019).

Adapun sebelumnya pada 4 April 2019 lalu di Universitas Gajah Mada, Inas sempat berdebat dengan Rizal Ramli. Salah satu argumennya yang dibantah oleh Rizal Ramli adalah tentang pembangunan infrastruktur distribusi/konektifiti seperti jalan pelabuhan di Tiongkok.

"Saya katakan bahwa Tiongkok membangun infrastruktur bukan karena sesuai kebutuhan suatu wilayah atau daerah, melainkan infrastruktur tersebut dibangun untuk konektifitas dan distribusi antar wilayah agar perekonomian berkembang dan tumbuh," jelasnya.

Menurut Rizal, argumen Inas ngawur lantaran dirinya mengaitkan pembangunan infrastruktur di Tiongkok dengan pertumbuhan ekonominya selama 25 tahun, yakni 12%.

Dijelaskan Inas, pada periode 1980-1990, infrastruktur di Tiongkok sangat menyedihkan dan penyebab utama bottleneck (leher botol) pada perekonomian di sana, dimana pertumbuhannya hanya 3,9% pada tahun 1990. Kemudian Tiongkok mulai menggenjot pembangungan infrastruktur dari tahun 1992 s/d 2013, seperti jalan raya, kereta api, bandara, dan pelabuhan dan lain-lain yang justru kemudian menjadikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi melesat.

"Jika Jokowi memulai dan melakukan hal yang sama dengan Tiongkok dimana pertumbuhan kita malahan lebih baik daripada ketika Tiongkok memulai pembangunan infrastruktur maka diharapkan akan mernumbuhkan sentra-sentra perekonomian di berbagai wilayah di Indonesia," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Beberkan...
Ma'ruf Amin Beberkan Kunci Harmonis dengan Jokowi
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Infografis
Raja YordaniaTolak Gagasan...
Raja YordaniaTolak Gagasan Trump soal Pencaplokan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved