Simulasi Pemilu Bisa Tingkatkan Partisipasi Perempuan

Minggu, 07 April 2019 - 07:22 WIB
Simulasi Pemilu Bisa...
Simulasi Pemilu Bisa Tingkatkan Partisipasi Perempuan
A A A
JAKARTA - Simulasi Pemilu bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia dan kelompok lainnya diharapkan bisa meningkatkan partisipasi pemilih perempuan pada Pemilu. Simulasi Pemilu 2019 Perempuan Memilih ini digelar Koalisi Perempuan Indonesia, Institut Kapal Perempuan dan Migrant Care di GOR Bulungan, Jakarta, kemarin.

Deputi 1 Koalisi Perempuan Indonesia Sutriyatmi mengatakan, simulasi pencoblosan digelar karena berdasarkan pengalaman Pilkada dan Pilpres yang lalu ada kendala dan hambatan bagi kaum hawa di dalam pelaksanaan pemilihan. “Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat kembali caleg perempuan yang mereka dukung,” katanya.

Simulasi ini sangat penting sebab harus dipastikan bahwa perempuan memiliki keterampilan yang dibutuhkan ketika berada di bilik suara. Dia mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah pernah melakukan simulasi di beberapa tempat dan memprediksikan waktu mencoblos itu 3-5 menit. Maka, kata dia, simulasi mencoblos bagi perempuan bisa untuk melihat kembali apakah prediksi KPU itu memang cukup bagi perempuan.

Menurut Sutriyatmi, sejatinya orang yang masuk dalam daftar pemilih harus mendapat waktu yang cukup saat di bilik suara. Sebab bagi perempuan harus bisa mendukung keterwakilan politik perempuan dengan mencoblos caleg perempuan yang didukungnya. “Jadi tak sekedar mencoblos caleg disimbol partai politik yang didukung tapi langsung dengan calegnya. Karena ini akan berpengaruh kepada siapa yang nanti akan duduk di legislatif,” jelasnya.

Simulasi yang dilakukan ini juga mengundang para lansia, penyandang disabilitas, ibu rumah tangga dan para pemilih pemula. Jumlah peserta yang hadir mencapai 500 orang tetapi yang melakukan simulasi langsung masuk ke bilik suara hanya 50 orang. Dia berharap, simulasi ini akan bisa meningkatkan partisipasi para pemilih perempuan.

Sebab salah satu yang menjadi keluhan di lapangan ialah adanya kekhawatiran mereka tentang rumitnya memilih pada Pemilu kali ini karena ada lima surat suara yang harus dicoblos. Menurut dia, jangan sampai mereka golput hanya karena mereka tidak terampil ataupun tidak percaya diri untuk memilih dengan benar.

Hasil simulasi kali ini akan dianalisis dan akan menjadi bahan rekomendasi kepada KPU untuk perubahan peraturan dan juga teknis pencoblosan bagi pemilu yang akan datang. Hal ini penting agar tingkat partisipasi perempuan untuk mendukung keterwakilan perempuan akan semakin kuat.

"Nanti akan kita sama-sama hitung kira-kira untuk wanita, penyandang disabilitas, buta huruf berapa lama waktu yang dibutuhkan. Hasilnya akan kita sampaikan ke KPU untuk perubahan kedepan,” katanya. Sutriyatmi juga berharap KPU menyediakan waktu yang cukup bagi lansia dan disabilitas untuk menggunakan waktunya dibilik suara.

Dia juga menekankan bagi KPU agar seluruh TPS di Indonesia ada akses yang baik bagi para penyandang disabilitas bagi yang memakai kursi roda ataupun kruk. Ketua KPUD DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan, waktu 3-5 menit itu hanyalah prediksi atas simulasi yang dilakukan KPU. Oleh karena itu jika ada pemilih yang membutuhkan waktu lebih lama maka petugas akan memberikan keleluasaaan waktu.

Dia menyatakan, fleksibilitas waktu tidak akan menimbulkan kendala sebab dalam satu TPS ada empat bilik suara yang bisa dipakai bergantian dengan pemilih lain. Dia juga menjamin semua pemilih akan terlayani dengan baik sebab tidak seperti Pilgub yang maksimum jumlah pemilihnya 800 orang maka kini satu TPS hanya terisi 300 pemilih. “Jadi mudah-mudahan semua dapat terlayani dengan baik sampai jam 1 siang,” terangnya.

KPU juga menjamin bahwa TPS akan ramah terhadap penyandang disabilitas. Misalnya surat suara bertemplate Braille bagi penyandang tuna netra. Pendampingan khusus juga akan diberikan kepada pemilih tunawicara. Pintu masuk di semua TPS juga didesain agar mempermudah akses bagi pemilih berkursi roda.
(don)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Alasan Said Iqbal Bersedia...
Alasan Said Iqbal Bersedia Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved