Kiat Memilih Presiden, Megawati: JanganTerpesona dengan Barang Baru

Kamis, 04 April 2019 - 18:54 WIB
Kiat Memilih Presiden,...
Kiat Memilih Presiden, Megawati: JanganTerpesona dengan Barang Baru
A A A
INDRAMAYU - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri memberikan kiat-kiat cara memilih calon presiden yang tepat. Megawati menganggap kebanyakan masyarakat sering lupa bahwa pilih yang baru seakan dianggap lebih bagus.

Menurut Megawati, yang baru belum tentu bisa membuktikan. Ia mengumpamakan seorang istri yang harus tetap mencintai suaminya.

"Ibu-ibu saya nanya, bapak-bapaknya cinta enggak itu? Cinta bener ya, kalau bapak-bapaknya ganti orang gimana? Boleh enggak? Berani enggak? Enggak boleh kan, iya dong (suami) kita diambil dari orang keluarga baik-baik," ujar Megawati saat berdialog dengan kalangan petani di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019).

Megawati menegaskan dalam kontek memilih presiden ibaratnya jangan tergiur dengan barang baru. Presiden kelima RI itu menyebutkan barang lama pun dianggap masih 'jos'.

"Iya dong, (Taufiq Kiemas) (suami) saya almarhum suami tercinta. Ini tahun keenam, 40 tahun saya hidup sama dia. Kadang-kadang suka kesel juga, ngomel aja, gitu kan, ndak tak kasi makan, gitu ancamannya," kisah perempuan yang akrab disapa Mega itu.

Menurutnya, semasa hidup Taufiq dikenal sangat manja kepada dirinya. Kata Mega, setiap pulang kerja, almarhum kerap dimintakan buka sepatu olehnya. Karena berperawakan gendut, Mega pun mengaku tak pernah menolak. Ia menganggap, suaminya itu suami yang baik dan bertanggung jawab.

"Jadi jangan langsung terpesona dengan barang baru, dipikir coba, berapa tahun sekali, artinya pilih saja Pak Jokowi," tuturnya.

Dalam hal memilih presiden, Mega mengaku bertanggung jawab kepada masyarakat tentang Jokowi. Ia mengaku percaya Jokowi tak akan macam-macam kepada rakyat karena sebenarnya dia hanya mau bekerja untuk kepentingan rakyat.

Sebagai contoh, memilih pemimpin itu tak bisa instan seperti memilih bibit padi. Menurutnya, bibit tersebut tak langsung ditanam di sawah, tapi dijaga terlebih dahulu supaya tidak diserang hama.

"Jadi tolong pikir bahwa sebenarnya banyak contoh yang bisa kita ambil, bayangkan kalau kita, ah enggak ah, mau pakai yang baru. Saya kalau ke luar negeri saya minta di bagian yang dekat Indonesia, di Thailand, Malaysia, Myanmar, Laos, saya minta lihat sawah, di sana pun sama, kenapa enggak pake peralatan, mereka bilang tangan manusia adalah paling utama, biar kita punya alat bantu teknologi, tapi dari tangan manusia tersalurkan rasa sayang," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved