Komisi III DPR Sebut Pancasila Harga Mati bagi Indonesia

Selasa, 02 April 2019 - 20:30 WIB
Komisi III DPR Sebut...
Komisi III DPR Sebut Pancasila Harga Mati bagi Indonesia
A A A
JAKARTA - Komisi III DPR menyatakan Pancasila sudah menjadi harga mati bagi Indonesia. Tidak boleh ada satu pihak pun berani mengubah ideologi bangsa. Apalagi jika khilafah ingin diterapkan.

Anggota Komisi III DPR, Teuku Taufiqulhadi mengatakan, khilafah sudah tidak relevan lagi dibahas di Indonesia. Di negara-negara jazirah Arab saja sudah tidak menerima sistem khilafah.

"Kita menilai kalau masih ada yang mau menerapkan khilafah di Indonesia, itu sama saja mengkhianati para pendiri bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya para ulama besar, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, dan ulama-ulama lain yang juga pahlawan nasional," ujar Taufiqulhadi kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem menuturkan, konsep khilafah tidak perlu diberi ruang di Indonesia. Bahkan, tidak ada sistem yang perlu dicari-cari lagi karena NKRI dan Pancasila sudah tidak bisa ditawar.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam kesempatan berbeda mengingatkan kepada kader dan simpatisan Nasdem untuk terus menjaga nilai-nilai Pancasila ciri khas bangsa Indonesia. "Hanya Pancasila yang bisa menyelamatkan bangsa ini dari perpecahan," ujarnya.

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo atau Romo Benny mengatakan Pancasila mulai diaplikasikan lewat generasi milenial yang mudah terserang paham radikalisme. Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah tepat karena menyasar generasi kekinian."Ideologi itu harus dilawan dengan idelogi," tuturnya.

Selain itu yang penting, lanjut dia, bagaimana mengakses Pancasila yang juga harus aplikatif. Contoh yang penting Pemerintahan Jokowi itu mengaktualisasikan sila ketiga dan kelima. "Pembangunan infrastruktur Sumatera, Sulawesi itu kan mempersatukan Indonesia. Harga-harga kan jadi murah, nah itu kan keadilan sosial," tuturnya.

Jadi, lanjutnya, Pancasila itu bukan diomongkan dan slogan tetapi dilakukan. Menurutnya, ada orang yang melakukan Pancasila Sila kesatu, kedua, ketiga, keempat dan kelima."Namun, tidak berurutan. Orang itu menjiwai Pancasila dalam berperilaku jujur, integritas, disiplin, kerja keras dan hidup saling menghargai perbedaan," ucapnya.

Mengenai kemunculan intoleransi, lanjut dia, itu karena Pancasila dilupakan orang. Padahal, harusnya rakyat Indonesia bersyukur karena memiliki Pancasila yang mampu mempererat. Kemudian, mengenai isu khilafah, Romo Benny melihat tak perlu menjadi polemik lagi.
(whb)
Berita Terkait
Gelar Pembinaan Ideologi...
Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP Luncurkan Virtual Expo 2025 di UI Depok
Presiden Tegaskan Kedudukan...
Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma IPTEK
BPIP Rampungkan Kajian,...
BPIP Rampungkan Kajian, Analisis dan Rekomendasi Peraturan Perundang-undangan
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
BPIP Gelar Rakor Program...
BPIP Gelar Rakor Program Paskibraka, Ini Hasilnya
Kunjungi PLBN Sota,...
Kunjungi PLBN Sota, BPIP: Perkuat Ideologi Pancasila di Perbatasan Papua
Berita Terkini
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Hitungan Minggu
BGN Nunggak ke Pihak...
BGN Nunggak ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun pada 2025, Ada untuk EO hingga Jasa Konsultan
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Prabowo Apresiasi Panen...
Prabowo Apresiasi Panen Raya Inisiasi TNI Serentak di 43 Titik Seluruh Indonesia
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Infografis
Indonesia Efisiensi,...
Indonesia Efisiensi, Singapura Bagi-bagi Dolar dan Diskon Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved