Relawan Jokowi-Ma'ruf Tolak Segala Bentuk Intimidasi dan Teror
Selasa, 02 April 2019 - 08:41 WIB
Relawan Jokowi-Ma'ruf Tolak Segala Bentuk Intimidasi dan Teror
A
A
A
JAKARTA - Simpatisan dan pendukung Calon Presiden (Capres) Jokowi-Ma'ruf di sejumlah daerah mengaku mendapat intimidasi dari pihak-pihak tertentu. Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Arus Bawah Jokowi (DPP ABJ) Michael Umbas.
Atas dugaan itu, dia menegaskan, menolak segala bentuk intimidasi dan menyatakan akan melawan perlakuan tersebut. Sebab politik intimidasi jauh dari demokrasi yang sehat karena berpotensi menimbulkan gesekan antar pendukung.
"Kami menerima banyak laporan dari relawan, simpatisan dan pendukung Jokowi mendapatkan perlakuan yang tidak simpatik dari pihak-pihak tertentu pada saat berkampanye. Mereka diintimidasi karena mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf, tentu kami akan lawan," kata Umbas dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2019)..
Menurutnya, perlakuan intimidasi itu mempertegas pernyataan Jokowi pada acara deklarasi di Yogyakarta beberapa hari lalu. Dimana selama menjalankan mandat rakyat melalui Pilpres 2014 lalu, ia kerap mendapatkan celaan, hujatan, fitnah dan cacian.
"Pak Jokowi selama ini sabar dalam menghadapi serangan demi serangan, tapi lama-lama semakin menjadi-jadi," ucapnya.
Selama ini, kata Umbas, sejalan dengan permintaan Jokowi, pihaknya mengerem dan tidak terlalu reaktif terhadap perlakuan tidak mengenakkan tersebut.
"Untuk itu, kami menyatakan diri akan melawan dan tidak akan tunduk pada politik yang halalkan segala cara. Tidak ada tempatnya politik kotor dengan cara-cara mengintimidasi," katanya.
DPP ABJ mendorong masyarakat pemilih mulai hari ini tidak tunduk pada intimidasi dan teror jelang dan saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019.
Tetap bekerja keras, mengajak keluarga, saudara dan tetangga untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan memenangkan pasangan Jokowi-Maruf. "Tidak ada jalan lain selain bergandengan tangan, bersatu, melawan segala bentuk teror," ujar Umbas.
Atas dugaan itu, dia menegaskan, menolak segala bentuk intimidasi dan menyatakan akan melawan perlakuan tersebut. Sebab politik intimidasi jauh dari demokrasi yang sehat karena berpotensi menimbulkan gesekan antar pendukung.
"Kami menerima banyak laporan dari relawan, simpatisan dan pendukung Jokowi mendapatkan perlakuan yang tidak simpatik dari pihak-pihak tertentu pada saat berkampanye. Mereka diintimidasi karena mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf, tentu kami akan lawan," kata Umbas dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2019)..
Menurutnya, perlakuan intimidasi itu mempertegas pernyataan Jokowi pada acara deklarasi di Yogyakarta beberapa hari lalu. Dimana selama menjalankan mandat rakyat melalui Pilpres 2014 lalu, ia kerap mendapatkan celaan, hujatan, fitnah dan cacian.
"Pak Jokowi selama ini sabar dalam menghadapi serangan demi serangan, tapi lama-lama semakin menjadi-jadi," ucapnya.
Selama ini, kata Umbas, sejalan dengan permintaan Jokowi, pihaknya mengerem dan tidak terlalu reaktif terhadap perlakuan tidak mengenakkan tersebut.
"Untuk itu, kami menyatakan diri akan melawan dan tidak akan tunduk pada politik yang halalkan segala cara. Tidak ada tempatnya politik kotor dengan cara-cara mengintimidasi," katanya.
DPP ABJ mendorong masyarakat pemilih mulai hari ini tidak tunduk pada intimidasi dan teror jelang dan saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019.
Tetap bekerja keras, mengajak keluarga, saudara dan tetangga untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan memenangkan pasangan Jokowi-Maruf. "Tidak ada jalan lain selain bergandengan tangan, bersatu, melawan segala bentuk teror," ujar Umbas.
(maf)