Jokowi-Ma'ruf Janji akan Rangkul Semua Pihak Jika Terpilih
Senin, 01 April 2019 - 18:30 WIB
Jokowi-Ma'ruf Janji akan Rangkul Semua Pihak Jika Terpilih
A
A
A
JAKARTA - Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan Capres 02 Prabowo Subianto menutup 'closing statment' dalam debat keempat dengan baik. Baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama mengajak masyarakat untuk menjaga persahabatan dan persatuan.
Menanggapi hal tersebut, Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menganggap apa yang ditunjukkan masing-masing capres bentuk harapan semua pihak termasuk dirinya.
"Saya di dalam pidato-pidato saya juga begitu. Pilpres itu bukan perang, pilpres itu kontestasi, mencari pemimpin yang terbaik, visioner. Karena itu kita sesama bangsa kita tidak boleh bermusuhan," ujar Ma'ruf saat akan memulai kampanye di Jawa Timur, Senin (1/4/2019).
Kiai Ma'ruf kembali menegaskan bahwa pemilu bukan perang. Namun pemilu merupakan media untuk mencari pemimpin berdasarkan pilihan masing-masing. Sehingga kewajiban para elite untuk mengajak masyarakat agar tetap bersatu.
Menurut Kiai Ma'ruf, sangat dimaklumi setiap pihak mencari kemenangan dalam pemilu. Namun sebaiknya hal tersebut tetap menghindari permusuhan.
"Kita memang mencari kemenangan, pasti masing-masing ingin menang, tapi tidak boleh mengobarkan, permusuhan, perpecahan, perseteruan. Karena itu, kita tetap bersahabat," paparnya.
Bahkan, ditegaskannya, jika nanti menang dan terpilih menjadi Wakil Presiden periode 2019-2024, paslon 01 akan merangkul semuanya. "Bahkan kalau nanti kami istilahnya menang, akan kita rangkul semua, akan kita utuhkan lagi sebagai bangsa, efek pilpres akan kita hilangkan, dan sehingga kita bangun bersama-sama," ungkap Ketua MUI itu.
Dia menambahkan saling menjaga keutuhan memang harus dikedepankan oleh semua pihak dan ini merupakan amanat konstitusi Indonesia. "Itu amanat. Amanat undang-undang, amanat Pancasila, amanat persatuan Indonesia, itu harus kedepankan," tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menganggap apa yang ditunjukkan masing-masing capres bentuk harapan semua pihak termasuk dirinya.
"Saya di dalam pidato-pidato saya juga begitu. Pilpres itu bukan perang, pilpres itu kontestasi, mencari pemimpin yang terbaik, visioner. Karena itu kita sesama bangsa kita tidak boleh bermusuhan," ujar Ma'ruf saat akan memulai kampanye di Jawa Timur, Senin (1/4/2019).
Kiai Ma'ruf kembali menegaskan bahwa pemilu bukan perang. Namun pemilu merupakan media untuk mencari pemimpin berdasarkan pilihan masing-masing. Sehingga kewajiban para elite untuk mengajak masyarakat agar tetap bersatu.
Menurut Kiai Ma'ruf, sangat dimaklumi setiap pihak mencari kemenangan dalam pemilu. Namun sebaiknya hal tersebut tetap menghindari permusuhan.
"Kita memang mencari kemenangan, pasti masing-masing ingin menang, tapi tidak boleh mengobarkan, permusuhan, perpecahan, perseteruan. Karena itu, kita tetap bersahabat," paparnya.
Bahkan, ditegaskannya, jika nanti menang dan terpilih menjadi Wakil Presiden periode 2019-2024, paslon 01 akan merangkul semuanya. "Bahkan kalau nanti kami istilahnya menang, akan kita rangkul semua, akan kita utuhkan lagi sebagai bangsa, efek pilpres akan kita hilangkan, dan sehingga kita bangun bersama-sama," ungkap Ketua MUI itu.
Dia menambahkan saling menjaga keutuhan memang harus dikedepankan oleh semua pihak dan ini merupakan amanat konstitusi Indonesia. "Itu amanat. Amanat undang-undang, amanat Pancasila, amanat persatuan Indonesia, itu harus kedepankan," tandasnya.
(kri)