Kunjungi Rumah Bung Tomo di Malang, Sandiaga Uno Bergetar
Minggu, 31 Maret 2019 - 16:18 WIB
Kunjungi Rumah Bung Tomo di Malang, Sandiaga Uno Bergetar
A
A
A
MALANG - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke rumah Pahlawan Nasional Sutomo atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo, di Jalan Ijen, Malang, Jawa Timur, Minggu (31/1/2019). Dalam kesempatan ini Sandi meresmikan Rumah Bung Tomo untuk Pemenangan Prabowo Sandi.
Sebelum acara dimulai, diperdengarkan suara Bung Tomo ketika membakar semangat arek-arek Surobaya untuk melawan sekutu pada November 1945. “Saya bergetar sekaligus terharu mendengar suara Bung Tomo yang tidak ingin dijajah kembali dan menyatakan jangan pernah menyerah. Kita juga jangan pernah menyerah untuk merealisasikan Indonesia Adil Makmur,” ujar Sandi.
Menurut Sandi, Bung Tomo juga menggerakan ekonomi rakyat, membantu masyarakat di sekitarnya dengan berbagai kegiatan usahanya.
“Ini harusnya menjadi inspirasi para milenials. Bayangkan, dalam usia 25 tahun, Bung Tomo sudah menggetarkan, menggelorakan semangat jangan sampai Indonesia dijajah kembali. Sekarang para milenials juga bisa berbuat hal yang sama. Kita kuatkan ekonomi Indonesia, biar bangsa ini berdaulat,” ucap Sandi.
![Kunjungi Rumah Bung Tomo di Malang, Sandiaga Uno Bergetar]()
Sandi melanjutkan, bersama Prabowo, mereka akan menggerakkan ekonomi rakyat, ekonomi yang berpihak kepada pengusaha kecil dan menengah. Harga-harga kebutuhan pokok stabil, terjangkau, dan penciptaan serta penyediaan lapangan kerja.
"Milenials harus membawa semangat juang ini. Semangat menggerakan ekonomi, semangat menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja. Para pejuang tak lekang di makan zaman, hanya tantangannya yang berbeda. Tantangan sekarang adalah ekonomi,” kata Sandi.
Dalam kungjungan itu Sandi disambut putri keempat Bung Tomo, Nana Sutomo. Nana percaya Prabowo-Sandi akan memperjuangkan cita-cita sang ayah dan seluruh para pendiri bangsa ini, yakni menciptakan Indonesia Adil dan Makmur.
Sebelum acara dimulai, diperdengarkan suara Bung Tomo ketika membakar semangat arek-arek Surobaya untuk melawan sekutu pada November 1945. “Saya bergetar sekaligus terharu mendengar suara Bung Tomo yang tidak ingin dijajah kembali dan menyatakan jangan pernah menyerah. Kita juga jangan pernah menyerah untuk merealisasikan Indonesia Adil Makmur,” ujar Sandi.
Menurut Sandi, Bung Tomo juga menggerakan ekonomi rakyat, membantu masyarakat di sekitarnya dengan berbagai kegiatan usahanya.
“Ini harusnya menjadi inspirasi para milenials. Bayangkan, dalam usia 25 tahun, Bung Tomo sudah menggetarkan, menggelorakan semangat jangan sampai Indonesia dijajah kembali. Sekarang para milenials juga bisa berbuat hal yang sama. Kita kuatkan ekonomi Indonesia, biar bangsa ini berdaulat,” ucap Sandi.

Sandi melanjutkan, bersama Prabowo, mereka akan menggerakkan ekonomi rakyat, ekonomi yang berpihak kepada pengusaha kecil dan menengah. Harga-harga kebutuhan pokok stabil, terjangkau, dan penciptaan serta penyediaan lapangan kerja.
"Milenials harus membawa semangat juang ini. Semangat menggerakan ekonomi, semangat menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja. Para pejuang tak lekang di makan zaman, hanya tantangannya yang berbeda. Tantangan sekarang adalah ekonomi,” kata Sandi.
Dalam kungjungan itu Sandi disambut putri keempat Bung Tomo, Nana Sutomo. Nana percaya Prabowo-Sandi akan memperjuangkan cita-cita sang ayah dan seluruh para pendiri bangsa ini, yakni menciptakan Indonesia Adil dan Makmur.
(thm)