Kampanye Terbuka di Bekasi, Hasto Jelaskan Jargon Dilan Jokowi
Minggu, 31 Maret 2019 - 14:15 WIB
Kampanye Terbuka di Bekasi, Hasto Jelaskan Jargon Dilan Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan jargon Dilan yakni Digital dan melayani dalam debat keempat melawan Prabowo Subianto semalam. Dilan disampaikan Jokowi saat membahas tema dan isu pemerintahan.
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, Dilan yang disampaikan Jokowi dalam debat cermin semangat kepemimpinan Jokowi yang memberikan apresiasi terhadap anak bangsa yang berprestasi.
"Kita lihat film dilan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat. Ternyata juga film Dilan bisa dimaknai tidak hanya sebagai lambang prestasi kreatif dalam industri perfilman, tapi juga dimaknai sebagai digital melayani," ujar Hasto di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (31/3/2019).
Hasto menambahkan, melalui jargon dilan, ke depan pemerintahan di bawah Jokowi dan KH Ma'ruf Amin akan melakukan penyempurnaan sistem birokrasi yang baik. Bagi Hasto, sosok Jokowi merupakan pelopor sistem pemerintahan berbasis online sehingga seluruh urusan pelayanan publik dilakukan secara transparan.
Menurut Hasto, untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, tidak bisa dilakukan dengan retorika seperti yang ditampilkan Prabowo Subianto dengan cara mengulang-ulang berbagai persoalan dalam debat.
"Tapi rakyat tidak lupa bagaimana pak Prabowo dengan kewenangannya tidak mampu menertibkan korupsi yang mendera kadernya sendiri. Sehingga Gerindra ternyata sebagai partai dengan caleg yang punya masalah korupsi cukup banyak ini tunjukkan tak satunya kata dengan perbuatan," ungkapnya.
Maka itu, dalam debat semalam, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf ini memberikan skor yang telak yakni 5 untuk Jokowi dan 0 untuk Prabowo.
"Maka debat tadi malam saya beri keunggulan 5-0 bagi pak jokowi karena untuk visi misi kita nilai sebagai satu hal yg harus dilakukan kedua calon tersebut," tegasnya.
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, Dilan yang disampaikan Jokowi dalam debat cermin semangat kepemimpinan Jokowi yang memberikan apresiasi terhadap anak bangsa yang berprestasi.
"Kita lihat film dilan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat. Ternyata juga film Dilan bisa dimaknai tidak hanya sebagai lambang prestasi kreatif dalam industri perfilman, tapi juga dimaknai sebagai digital melayani," ujar Hasto di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (31/3/2019).
Hasto menambahkan, melalui jargon dilan, ke depan pemerintahan di bawah Jokowi dan KH Ma'ruf Amin akan melakukan penyempurnaan sistem birokrasi yang baik. Bagi Hasto, sosok Jokowi merupakan pelopor sistem pemerintahan berbasis online sehingga seluruh urusan pelayanan publik dilakukan secara transparan.
Menurut Hasto, untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, tidak bisa dilakukan dengan retorika seperti yang ditampilkan Prabowo Subianto dengan cara mengulang-ulang berbagai persoalan dalam debat.
"Tapi rakyat tidak lupa bagaimana pak Prabowo dengan kewenangannya tidak mampu menertibkan korupsi yang mendera kadernya sendiri. Sehingga Gerindra ternyata sebagai partai dengan caleg yang punya masalah korupsi cukup banyak ini tunjukkan tak satunya kata dengan perbuatan," ungkapnya.
Maka itu, dalam debat semalam, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf ini memberikan skor yang telak yakni 5 untuk Jokowi dan 0 untuk Prabowo.
"Maka debat tadi malam saya beri keunggulan 5-0 bagi pak jokowi karena untuk visi misi kita nilai sebagai satu hal yg harus dilakukan kedua calon tersebut," tegasnya.
(mhd)