Debat Pilpres, Prabowo Sindir Program Kartu Jokowi
Sabtu, 30 Maret 2019 - 21:36 WIB
Debat Pilpres, Prabowo Sindir Program Kartu Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (capres) Prabowo Subianto menyindir program sejumlah kartu untuk masyarakat yang selama ini diusung capres Joko Widodo (Jokowi).
Sindiran itu disampaikan Prabowo saat debat keempat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (30/3/2019).
Menurut Prabowo, persoalan besar Indonesia adalah kekayaan yang mengalir keluar negeri. Sehebat apa pun teknologi, tidak akan berarti jika tidak mengubah arah ekonomi.
"Kita boleh punya sistem hebat, kartu banyak sekali, seolah-olah modern, seolah cepat, buat apa kalau mengalir ke luar negari. saya lebih baik pakai teknologi lama tapi kekayaan tidak mengalir ke luar Indonesia, " tutur Prabowo. (Baca juga: Pidato Kebangsaan, Jokowi Perkenalkan Tiga Kartu Baru untuk Masyarakat )
Dia mengakui teknologi informasi menciptakan efisien untuk meningkatkan kembali rasio pajak.
"Jadi demikian TI keharusan atau kita laksanaan single identiti card. Enggak usah banyak kartu, satu kartu cukup. Tujuannya kesejahteraan rakyat. Buat apa kalau apa-apa mahal, " katanya.
Seperti diketahui, sebelumnya Jokowi memperkenalkan program barunya, yakni Kartu Indonesia Pintar kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja.
Sindiran itu disampaikan Prabowo saat debat keempat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (30/3/2019).
Menurut Prabowo, persoalan besar Indonesia adalah kekayaan yang mengalir keluar negeri. Sehebat apa pun teknologi, tidak akan berarti jika tidak mengubah arah ekonomi.
"Kita boleh punya sistem hebat, kartu banyak sekali, seolah-olah modern, seolah cepat, buat apa kalau mengalir ke luar negari. saya lebih baik pakai teknologi lama tapi kekayaan tidak mengalir ke luar Indonesia, " tutur Prabowo. (Baca juga: Pidato Kebangsaan, Jokowi Perkenalkan Tiga Kartu Baru untuk Masyarakat )
Dia mengakui teknologi informasi menciptakan efisien untuk meningkatkan kembali rasio pajak.
"Jadi demikian TI keharusan atau kita laksanaan single identiti card. Enggak usah banyak kartu, satu kartu cukup. Tujuannya kesejahteraan rakyat. Buat apa kalau apa-apa mahal, " katanya.
Seperti diketahui, sebelumnya Jokowi memperkenalkan program barunya, yakni Kartu Indonesia Pintar kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja.
(dam)