Debat Capres ke-4, TKN Tegaskan Jokowi Tak Akan Ofensif
Sabtu, 30 Maret 2019 - 19:20 WIB
Debat Capres ke-4, TKN Tegaskan Jokowi Tak Akan Ofensif
A
A
A
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mengungkapkan, calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) tidak akan tampil ofensif kala berhadapan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di debat keempat pilpres 2019.
"Enggaklah, siapa yang bilang menyerang," ujar TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir di Hotel Shangri-la, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).
Erick menegaskan, jika sikap Jokowi dianggap ofensif itu karena Jokowi mengatakan sesuatu yang berdasarkan data dan fakta. "Saya rasa apa yang kita sampaikan ofensif dengan data dan fakta," jelasnya.
Seharusnya kata Erick, dalam debat bukan soal menyerang saja namun beradu gagasan sesuai fakta dan data. Dirinya pun mencontohkan saat Ma'ruf Amin menjalani debat kemarin yang posisinya menyarankan instrumen data tetapi dianggap ofensif.
"Saya rasa selama debat ini seprti cawapres kami Kiai Ma’ruf Amin juga posisinya bukan dibilang ofensif ketika beliau menyakan mengenai instrumen," ujarnya.
"Kalau memang keadaan sendiri mengenai pembayaran atau fasilitas itukan mesti dimengerti oleh paslon, dan mohon maaf pada saat itu kebetulan ya tidak bisa dijawab," pungkasnya.
"Enggaklah, siapa yang bilang menyerang," ujar TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir di Hotel Shangri-la, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).
Erick menegaskan, jika sikap Jokowi dianggap ofensif itu karena Jokowi mengatakan sesuatu yang berdasarkan data dan fakta. "Saya rasa apa yang kita sampaikan ofensif dengan data dan fakta," jelasnya.
Seharusnya kata Erick, dalam debat bukan soal menyerang saja namun beradu gagasan sesuai fakta dan data. Dirinya pun mencontohkan saat Ma'ruf Amin menjalani debat kemarin yang posisinya menyarankan instrumen data tetapi dianggap ofensif.
"Saya rasa selama debat ini seprti cawapres kami Kiai Ma’ruf Amin juga posisinya bukan dibilang ofensif ketika beliau menyakan mengenai instrumen," ujarnya.
"Kalau memang keadaan sendiri mengenai pembayaran atau fasilitas itukan mesti dimengerti oleh paslon, dan mohon maaf pada saat itu kebetulan ya tidak bisa dijawab," pungkasnya.
(maf)