CSIS: Selisih Elektabilitas Jokowi-Prabowo 18,1%
Kamis, 28 Maret 2019 - 13:03 WIB
CSIS: Selisih Elektabilitas Jokowi-Prabowo 18,1%
A
A
A
JAKARTA - Survei terbaru Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
"Tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 51,4 persen sedangkan Prabowo-Sandi 33,3 persen. Sementara masih ada 14,1 persen yang tidak jawab atau rahasia, 1,2 persen belum menentukan pilihan," ujar peneliti CSIS Arya Fernandes, di Hotel Fairmont Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).
Arya juga mengungkapkan pada masing-masing calon, tingkat loyalitas pemilih sudah di atas 80%. Dengan demikian migrasi pemilih antar calon diprediksi tidak akan banyak terjadi.
"Tingkat kemantapan pemilih Jokowi- Ma'ruf Amin sebesar 84,4 persen, sementara kemantapan pilihan Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 81,3 persen," tuturnya.
Diketahui, survei CSIS ini dilaksanakan pada 15-22 Maret 2019. Survei menggunakan metode multi-stage random sampling dengan jumlah sampel 1.960 tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Margin of error 2,21% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pendanaan survei berasal dari internal CSIS.
"Tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 51,4 persen sedangkan Prabowo-Sandi 33,3 persen. Sementara masih ada 14,1 persen yang tidak jawab atau rahasia, 1,2 persen belum menentukan pilihan," ujar peneliti CSIS Arya Fernandes, di Hotel Fairmont Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).
Arya juga mengungkapkan pada masing-masing calon, tingkat loyalitas pemilih sudah di atas 80%. Dengan demikian migrasi pemilih antar calon diprediksi tidak akan banyak terjadi.
"Tingkat kemantapan pemilih Jokowi- Ma'ruf Amin sebesar 84,4 persen, sementara kemantapan pilihan Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 81,3 persen," tuturnya.
Diketahui, survei CSIS ini dilaksanakan pada 15-22 Maret 2019. Survei menggunakan metode multi-stage random sampling dengan jumlah sampel 1.960 tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Margin of error 2,21% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pendanaan survei berasal dari internal CSIS.
(dam)