Bakar Semangat, Anak Muda Diminta Ambil Peran Politik Bersih

Rabu, 27 Maret 2019 - 02:50 WIB
Bakar Semangat, Anak...
Bakar Semangat, Anak Muda Diminta Ambil Peran Politik Bersih
A A A
JAKARTA - Anak muda harus faham bahwa partai politik (parpol) diperlukan keberadaannya sebagai penyalur aspirasi rakyat. Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas dalam acara talkshow politik dengan tema "Anak Muda Melek Politik" di Rumah Aspirasi Rakyat (RAR) #01 Jokowi-Ma'ruf Amin, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa 26 Maret 2019.

"Kemudian ada pertanyaan, kenapa ada yang namanya relawan? Munculnya relawan adalah bentuk adanya kesadaran politik baru. Ini pertama muncul waktu Pilpres 2014, tiba-tiba muncul berbagai relawan yang mendukung Pak Jokowi," kata Umbas dalam sambutannya.

Kemudian, kata dia, relawan terbentuk karena ada sekelompok orang yang kemudian mengorganisir diri sebagai bentuk kesadaran berpolitik. Mereka ingin apa yang dicita-citakan bisa dijalankan oleh pemimpin yang didukung dan dipercaya.

"Sesuatu yang diharapkan, ingin terjadi. Saya tak ingin masuk parpol, tapi tetap menyalurkan aspirasi agar pemimpin terpilih adalah yang sesuai harapan. Maka muncul relawan, karena merasa dengan cara ini akan dapat mencapai harapan," jelas Umbas.

Menurut dia, hadirnya anak muda di kancah politik saat ini adalah pengulangan sejarah. Sebab Indonesia terus bergerak melalui fase panjang. Waktu memperjuangkan kemerdekaan, peran anak muda berani mengambil peran penting.

Mulai dari Sumpah Pemuda, termasuk juga peran pemuda dalam Proklamasi Kemerdekaan. Bahkan ketika reformasi 1998, itu peranan pemuda khususnya mahasiswa sangat luar biasa.

"Malah kalau diurai, tak ada momen politik yang berasar tanpa anak muda didalamnya," tegas Umbas.

Pada kesempatan itu, Politikus Muda Dito Ariotedjo mengatakan, anak muda masuk politik itu sangat penting. Sebab ketika ingin mengubah kebijakan, maka kita bisa berbuat melalui jalur politik. Dan masuk parpol itu jalan yang saya tempuh.

"Anak muda sebenarnya tidak apatis pada politik. Apalagi di era infrastruktur digital yang sangat baik," ucapnya.

Dengan adanya keterbukaan informasi digital, Dito yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), masyarakat tidak lagi demo di jalan ataupun jadi aktivis kuliah. Tapi aktifis di media sosialnya sendiri juga sudah berpolitik.

"Jadi anak muda tak apatis politik, tapi apatis pada parpol mungkin," pungkasnya.

Talkshow secara khusus menghadirkan anak-anak muda sebagai pembicara. Mereka adalah Aktivis Pemuda Hanna Keraf, Lawyer dan Pengamat Sosmed Victor Kamang, Caleg Muda PKPI Cakra Yudi Putra.
(mhd)
Berita Terkait
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Beberkan...
Ma'ruf Amin Beberkan Kunci Harmonis dengan Jokowi
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved