Masyarakat Terbelah Akibat Pilpres, Milenial Harus Jadi Perekat

Kamis, 14 Maret 2019 - 13:36 WIB
Masyarakat Terbelah...
Masyarakat Terbelah Akibat Pilpres, Milenial Harus Jadi Perekat
A A A
JAKARTA - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Zainuddin mendorong kaum milenial untuk menjadi perekat dalam dinamika sosial politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Jumlah milenial yang melimpah dinilai menjadi tulang punggung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Anak-anak muda produktif, kaum milenial di Indonesia saat ini jumlahnya melimpah. Kalian harus aktif dalam Pemilu nanti. Jadilah perekat dan tulang punggung NKRI," ujar Zainuddin saat memberi materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan kaum muda milenial dari sejumlah organisasi di Kopi Pahit, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu 13 Maret 2019, seperti dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews.

Zainuddin mengatakan, limpahan kaum milenial menjadi keberkahan tersendiri bagi Indonesia. Menurut dia, peran politik kaum milenial dalam panggung demokrasi Indonesia harus terus ditingkatkan. Apalagi sejarah Indonesia sejak sebelum kemerdekaan hingga era reformasi selalu diwarnai kehadiran orang-orang muda.

"Melihat bahwa orang-orang muda selalu mewarnai sejarah bangsa kita, maka sudah semestinya kaum milenial aktif menjadi perekat bangsa," tandasnya.

Dia mengatakan, masyarakat saat ini mengalami pembelahan sosial akibat dari dinamika politik menjelang pemilihan calon presiden. Pembelahan itu sangat jelas, baik di media sosial, maupun
di kehidupan nyata sehari-hari. Jika tidak dikelola dengan baik, menurut Zainuddin, kondisi tersebut berbahaya terhadap keutuhan NKRI.

"Di sinilah kaum muda milenial harus mengambil peran kontributifnya, merekatkan elemen-elemen bangsa yang tercerai berai akibat pilpres," sambungnya.

Politikus dari daerah pemilihan Jakarta Timur ini mengatakan, perjalanan bangsa ini tidak hening dari dinamika konflik dan perseteruan. "Namun kaum muda saat itu selalu tampil sebagai perekat sekaligus penggerak. Lihat saja yang terjadi tahun 1928, 1945, 1949 sampai 1998," kata Zainuddin.

Zainuddin berharap keterlibatan kaum muda milenial dalam Pemilu 2019 sangat besar sehingga memberi warna optimis terhadap masa depan bangsa Indonesia.

"Berikan sentuhan perubahan. Pilih pemimpin yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju berkeadilan.Jangan apatis, jadilah perekat," ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved