Kartu Prakerja Jokowi Jadi Solusi Maksimalkan Bonus Demografi

Rabu, 13 Maret 2019 - 15:18 WIB
Kartu Prakerja Jokowi...
Kartu Prakerja Jokowi Jadi Solusi Maksimalkan Bonus Demografi
A A A
JAKARTA - Bonus demografi berupa sumber daya manusia berusia muda yang mencapai setengah dari total penduduk, peluncuran program Kartu Pra-kerja yang dicanangkan Presiden Joko Widodo jika terpilih kembali dinilai akan makin memaksimalkan sekaligus meningkatkan kualitas para tenaga kerja yang rata-rata berusia di bawah 30 tahun tersebut.

Kartu Prakerja yang ditujukan kepada tenaga kerja baru dan juga lama, baik untuk mendapatkan layanan pelatihan vokasi (skilling, up-skilling, re-skilling), sertifikasi kompetensi kerja, atau untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dinilai akan menambah keterampilan dan bobot tenaga kerja Indonesia sehingga mampu bersaing di era globalisasi.

Bahkan, Kartu Prakerja tersebut dapat pula mendorong kreativitas dan inovasi tenaga kerja muda Indonesia untuk mengembangkan jiwa enterpreneurship sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Hal tersebut dinyatakan politikus muda asal PKB Tommy Kurniawan di Jakarta, Selasa 12 Maret 2019 saat diminta pendapatnya terkait Kartu Pra-kerja yang disampaikan Jokowi beberapa waktu lalu di Konvensi Rakyat, "Optimis untuk Indonesia Maju", di Sentul, Jawa Barat.

"Kartu Prakerja itu sangat baik dan tepat di era bonus demografi berupa tenaga kerja muda Indonesia yang besar, namun kurang memiliki skill dan kualitas yang dibutuhkan di era industri yang mengarah ke revolusi industri 4.0. Sumber daya manusia itu investasi. Jika investasi tersebut terlatih dan terampil sesuai dengan bidang yang dibutuhkan industri atau perusahaan, maka akan bisa memajukan perekonomian nasional," lanjut Tommy.

Dia menambahkan, Kartu Prakerja sangat berguna bagi para fresh graduate atau anak-anak muda yang kurang memiliki keterampilan agar bisa dilatih sehingga lebih mudah mencari kerja dan diterima di perusahaan perusahaan.

"Langkah berikutnya, pemerintah harus membuat pemetaan sehingga para pemilik Kartu Pra-kerja yang sudah mengikuti pelatihan dan peningkatan skill bisa langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. HArus ada link and match yang efektif antara pemilik kartu, pemerintah, dan perusahaan," tuturnya.

Sambutan antusias juga disampaikan generasi muda yang merupakan angkatan kerja baru. Menurut Adam Zainul Bahri dan Okty Syaira, program Kartu Prakerja merupakan harapan baru untuk lebih mengembangkan minat dan bakat dalam bekerja.

Menurut keduanya, keberadaan kartu tersebut akan makin melengkapi peran total pemerintah yang tak hanya menyediakan lapangan pekerjaan, tapi juga menyiapkan tenaga kerja yang lebih trampil dan berkualitas.

"Tak hanya di kota-kota besar yang peluang bekerja masih besar, kartu pra-kerja ini akan memberikan banyak manfaat bagi generasi muda yang berada di kota kecil sehingga potensi mereka juga lebih berkembang. Bahkan, para pemilik kartu dapat terbuka wawasannya dan membangun jiwa enterpreneurship untuk menciptakan sesuatu di bidang yang menjadi minatnya," ucap Adam, anak muda asal Jakarta.

Menurut Okty, agar program kartu pra-kerja bisa lebih maksimal, keterlibatan BUMN dan perusahaan swasta nasional harus dioptimalkan karena jumlah tenaga kerja di Indonesia sangat besar.

"Selain untuk tidak terlalu memberatkan APBN, BUMN dan pihak swasta nasional bisa dilibatkan dalam pelatihan yang diberikan instruktur profesional yang sesuai dengan industri yang dibutuhkan," tambahnya.

Dalam menyongsong industri 4.0, kebutuhan tenaga kerja yang melek tehnologi mengambil porsi terbesar. Meski demikian, kebutuhan tenaga kerja berkualitas di sektor-sektor lain tak kalah penting.

"Memang IT, khususnya pembuat program atau analisis big data butuh sumber daya manusia yang besar. Apalagi di era industri 4.0. Namun, hampir semua sektor butuh sumber daya berkualitas di tengah era golobalisasi. Mulai dari bidang pertanian, manufaktur, hingga olahraga, dan lainnya membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan matang," ungkap Tommy
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved