PKB Dinobatkan sebagai Fraksi Teraktif dalam Proses Legislasi

Jum'at, 08 Maret 2019 - 17:45 WIB
PKB Dinobatkan sebagai...
PKB Dinobatkan sebagai Fraksi Teraktif dalam Proses Legislasi
A A A
JAKARTA - Fraksi PKB dinobatkan sebagai fraksi teraktif dalam proses legislasi dan fraksi peduli sosial di ajang Anugerah Teropong Parlemen Award (TPA) 2019 oleh sebuah situs berita online. Penghargaan ini diharapkan semakin membangun spirit perjuangan kader PKB di parlemen.

“Tugas menjadi dewan bukanlah perkara mudah, ada mandat rakyat yang kita emban. Selain menjadi amanah tentu melahirkan kebijakan pro rakyat adalah prioritas. Prestasi ini menjadi spirit bekerja lebih maksimal,” kata Ketua Fraksi PKB DPR, H Cucun Ahmad Syamsulrijal ditemui di gedung DPR , Jumat (8/3/2019).

Menurutnya, kinerja legislator memang perlu mendapat sorotan. Khususnya dari kalangan pekerja media yang bisa melihat secara objektif kinerja parlemen.

”Saya kira ini penting menerus dilakukan. Rakyat dengan adanya award seperti ini juga bisa melihat kinerja fraksi mana yang betul-betul bekerja untuk rakyat,” kata tokoh asal Kabupaten Bandung itu.

Selain fraksi, dua kader terbaik di Fraksi PKB juga mendapatkan Penghargaan. Keduanya adalah H Cucun Ahmad Syamsurijal dan Daniel Johan (Wakil Ketua Komisi IV) sebagai Anggota Parlemen yang Aspiratif.

“Alhamdulillah kerja ikhlas kami di Parlemen setidaknya dilihat. Penghargaan ini adalah pembuktian atas kinerja dan tentunya doa konstituen PKB,” tandas politisi yang biasa disapa Kang Cucun ini.

Ketua Panitia Acara, Bara Ilyasa mengatakan, TPA 2019 ini digelar berangkat dari niat mulia. Yakni menghargai kerja keras anggota parlemen masa bakti 2014-2019.

"Malam anugerah ini bertujuan untuk membangunkan masyarakat agar melek politik, terlebih menjelang Pemilu Serentak 2019, pada 17 April mendatang," sambung Bara.

Terdapat sejumlah nama anggota dan pimpinan parlemen yang masuk daftar kandidat penerima TPA 2019. Nama-nama itu tidak muncul tanpa sebab. "Masing-masing nama tersebut kami nominasikan berdasarkan data dan analisa tim kami. Juga diperkuat oleh penilaian tiga juri dari peneliti politik dan akademisi," jelasnya.
(poe)
Berita Terkait
PKB Sebut Pembenahan...
PKB Sebut Pembenahan Kejagung Sudah On The Track
Cak Imin: Ada Kesalahan...
Cak Imin: Ada Kesalahan Pola dan Paradigma Pembangunan
Muhaimin Iskandar Minta...
Muhaimin Iskandar Minta Madrasah Diniyah Takmiliyah Diberdayakan
DPR Apresiasi Pemerintah...
DPR Apresiasi Pemerintah Hentikan Kartu Prakerja Karena Bikin Gaduh
DPR Minta Situs Bung...
DPR Minta Situs Bung Karno di Ende Jadi Aset Nasional
Harlah ke-22, Fraksi...
Harlah ke-22, Fraksi PKB DPR Kawal Agenda Aksi Melayani Indonesia
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved