TKN Bicara Soal Kriteria Pemimpin Versi Masyarakat Aceh
Kamis, 07 Maret 2019 - 15:50 WIB
TKN Bicara Soal Kriteria Pemimpin Versi Masyarakat Aceh
A
A
A
BLANGPIDIE - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto yakin, masyarakat Aceh tidak suka dengan tradisi kekerasaan. Sehingga tradisi kekerasan akan mempengaruhi cara pandang masyarakat Aceh dalam memilih calon pemimpin.
"Kami yakin masyarakat Aceh begitu tidak suka dengan tradisi kekerasan," kata Hasto dalam safari kebangsaan X menyusuri Provinsi Aceh, di Blangpidie, Kamis (7/3/2019).
Selain itu lanjutnya, masyarakat Aceh akan lebih memilih pemimpin yang punya semangat keislaman yang kuat. Sebab pada abad pertengahan saja, masyarakat Aceg sudah memiliki semangat gigih untuk menjadikan peradaban Nusantara berdasarkan dengan nilai-nilai Islam.
"Kita lihat, walisongo dari Aceh saja ada. Ada Syarif Hidayatullah dan Syekh Maulana Ibrahim itu dari Aceh. Orang Aceh akan mempertahankan tradisi ini. Plus mereka tidak akan memilih pemimpin dengan tradisi kekerasan," ujarnya.
(Baca juga: Perlu Riset jika Jokowi Ingin Perkuat SDM di Periode Kedua)
Kendati masyarakat Aceh tak menghendaki calon pemimpin dengan tradisi kekerasan, Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menilai, Aceh masih memiliki problem dengan penyebaran hoaks yang terjadi di masyarakat.
Maka itu, kehadiran dirinya bersama rombongan sekaligus meminta ulama dan tokoh masyarakat Aceh untuk meluruskan berita hoaks yang kerap menyerang Presiden Jokowi.
"Bersama dengan para relawan dan partai politik pendukung, menyampaikan hal yang baik-baik," tandasnya.
"Kami yakin masyarakat Aceh begitu tidak suka dengan tradisi kekerasan," kata Hasto dalam safari kebangsaan X menyusuri Provinsi Aceh, di Blangpidie, Kamis (7/3/2019).
Selain itu lanjutnya, masyarakat Aceh akan lebih memilih pemimpin yang punya semangat keislaman yang kuat. Sebab pada abad pertengahan saja, masyarakat Aceg sudah memiliki semangat gigih untuk menjadikan peradaban Nusantara berdasarkan dengan nilai-nilai Islam.
"Kita lihat, walisongo dari Aceh saja ada. Ada Syarif Hidayatullah dan Syekh Maulana Ibrahim itu dari Aceh. Orang Aceh akan mempertahankan tradisi ini. Plus mereka tidak akan memilih pemimpin dengan tradisi kekerasan," ujarnya.
(Baca juga: Perlu Riset jika Jokowi Ingin Perkuat SDM di Periode Kedua)
Kendati masyarakat Aceh tak menghendaki calon pemimpin dengan tradisi kekerasan, Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menilai, Aceh masih memiliki problem dengan penyebaran hoaks yang terjadi di masyarakat.
Maka itu, kehadiran dirinya bersama rombongan sekaligus meminta ulama dan tokoh masyarakat Aceh untuk meluruskan berita hoaks yang kerap menyerang Presiden Jokowi.
"Bersama dengan para relawan dan partai politik pendukung, menyampaikan hal yang baik-baik," tandasnya.
(maf)