Safari Kebangsaan ke Aceh Sampaikan Pesan Khusus Jokowi-Ma'ruf
Rabu, 06 Maret 2019 - 16:39 WIB
Safari Kebangsaan ke Aceh Sampaikan Pesan Khusus Jokowi-Ma'ruf
A
A
A
BANDA ACEH - DPP PDIP menggelar safari politik kebangsaan ke sejumlah daerah di Provinsi Aceh. Ikut dalam rombongan sejumlah ulama seperti Wakil Ketua MUI KH Lukmanul Hakim, Habib Sholeh Almuchdar, Habib Ali Assegaf, KH Zainul Arifin dan Alumni Al Azhar Mesir, Zuhairi Misrawi. Safari dipimpin Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.
Kiai Lukman mengatakan, dirinya secara khusus ditugaskan Kiai Ma'ruf bersama PDIP untuk menyampaikan berita yang sebenarnya tentang Jokowi-Ma'ruf.
"Berita-berita itu adalah menangkal hoaks terutama fitnah yang ditujukan kepada paslon 01 Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin. Kita berharap dalam pemilu presiden 2019 ini bisa dilangsungkan tanpa adanya hoaks dan fitnah, di Aceh," ujar Lukman di Banda Aceh, Rabu (6/3/2019).
Menurut Kiai Lukman, selama safari di Aceh, rombongan juga akan bertemu kalangan ulama Aceh. Di Bumi Serambi Mekkah itu, pihaknya juga akan meminta dukungan para ulama untuk mengklarifikasi berita hoaks yang belakangan kencang menyerang petahana Jokowi.
"Karena masyarakat Aceh kan meminta calonnya untuk bisa membaca Alquran. Itu juga akan kita lanjutkan diskusi itu bagaimana permintaan itu bisa terpenuhi," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa kunjungan ke Aceh itu sangat penting karena Jokowi menaruh perhatian yang begitu besar dalam membangun kejayaan Aceh. Kata Hasto, pihaknya banyak belajar dari Aceh. Yakni soal semangat perjuangannya, kesetiaan pada prinsip, keteguhan pada tekad, kegigihan, dan di saat bersamaan memiliki tradisi keislaman yang begitu kuat.
"Tradisi keislaman yang kuat ini sehingga Aceh disebut sebagai Serambi Mekkah," kata Hasto.
Pada jaman dulu, kata Hasto, para jamaah haji yang hendak menunaikan ibadah haji dari seluruh Nusantara, harus terlebih dahulu singgah di Aceh. Yang jelas, lanjutnya, Jokowi mengobarkan semangat pembangunan Aceh karena dirinya juga dekat dengan wilayah itu. Jokowi sangat mengenal dan mencintai Aceh, yang pernah ditinggalinya selama hampir tiga tahun.
"Beliau tegar menghadapi fitnah itu tidak terlepas dari beliau pernah tinggal selama tiga tahun di Aceh," ujar Hasto.
Kiai Lukman mengatakan, dirinya secara khusus ditugaskan Kiai Ma'ruf bersama PDIP untuk menyampaikan berita yang sebenarnya tentang Jokowi-Ma'ruf.
"Berita-berita itu adalah menangkal hoaks terutama fitnah yang ditujukan kepada paslon 01 Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin. Kita berharap dalam pemilu presiden 2019 ini bisa dilangsungkan tanpa adanya hoaks dan fitnah, di Aceh," ujar Lukman di Banda Aceh, Rabu (6/3/2019).
Menurut Kiai Lukman, selama safari di Aceh, rombongan juga akan bertemu kalangan ulama Aceh. Di Bumi Serambi Mekkah itu, pihaknya juga akan meminta dukungan para ulama untuk mengklarifikasi berita hoaks yang belakangan kencang menyerang petahana Jokowi.
"Karena masyarakat Aceh kan meminta calonnya untuk bisa membaca Alquran. Itu juga akan kita lanjutkan diskusi itu bagaimana permintaan itu bisa terpenuhi," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa kunjungan ke Aceh itu sangat penting karena Jokowi menaruh perhatian yang begitu besar dalam membangun kejayaan Aceh. Kata Hasto, pihaknya banyak belajar dari Aceh. Yakni soal semangat perjuangannya, kesetiaan pada prinsip, keteguhan pada tekad, kegigihan, dan di saat bersamaan memiliki tradisi keislaman yang begitu kuat.
"Tradisi keislaman yang kuat ini sehingga Aceh disebut sebagai Serambi Mekkah," kata Hasto.
Pada jaman dulu, kata Hasto, para jamaah haji yang hendak menunaikan ibadah haji dari seluruh Nusantara, harus terlebih dahulu singgah di Aceh. Yang jelas, lanjutnya, Jokowi mengobarkan semangat pembangunan Aceh karena dirinya juga dekat dengan wilayah itu. Jokowi sangat mengenal dan mencintai Aceh, yang pernah ditinggalinya selama hampir tiga tahun.
"Beliau tegar menghadapi fitnah itu tidak terlepas dari beliau pernah tinggal selama tiga tahun di Aceh," ujar Hasto.
(kri)