Jurang Elektabilitas Makin Lebar, PDIP Nilai Prabowo-Sandi Kedodoran

Selasa, 05 Maret 2019 - 21:27 WIB
Jurang Elektabilitas...
Jurang Elektabilitas Makin Lebar, PDIP Nilai Prabowo-Sandi Kedodoran
A A A
JAKARTA - Politikus PDIP Charles Honoris menilai hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan keunggulan Jokowi-Ma'ruf Amin sekitar 28% atas Prabowo-Sandi tentu akan membuat panik paslon 02. Sebab, dalam waktu 1,5 bulan jelang pencoblosan ini, penantang yang sudah sejak awal tertinggal (sekitar 20%) bukannya mempersempit ketertinggalannya malah semakin kedodoran.

"Ibarat pertandingan sepakbola, Jokowi-KMA sudah unggul 3-0, namun waktu pertandingan tinggal tersisa 15 menit lagi. Siapa yang tidak grogi dan panik dalam kondisi ketertinggalan seperti ini?" ujarnya dalam rilis yang diterima SINDOnews, Selasa (5/3/2019).

(Baca juga: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Masih Ungguli Prabowo-Sandi)


Dia melanjutkan, melihat waktu survei LSI dilakukan pada 18-25 Feb 2019, tampak penampilan jempolan Jokowi dalam debat capres kedua 17 Februari 2019 lalu sangat berpengaruh dan memberi kontribusi besar dalam memperbesar jarak elektabilitas.

"Sebaliknya, sejumlah blunder Prabowo dalam debat kedua, jawaban atas unicorn, kepemilikan lahan, dan sebagainya membuat jurang elektabilitas semakin lebar," kata dia.

Menurutnya publik juga menyadari blunder tidak hanya dilakukan oleh Prabowo, tetapi juga oleh relawan 02, PEPES yang kedapatan melakukan fitnah terhadap paslon 01. Namun, pihaknya bersyukur publik sudah cerdas dan tidak terpengaruh kampanye hitam tersebut.
"Sebaliknya, masyarakat justru antipati terhadap cara-cara hitam seperti itu, sehingga stagnansi elektabilitas paslon 02 ini seperti ‘hukuman’ dari publik yang mendambakan kampanye damai dan beradab," tandas anggota DPR ini.

Charles menambahkan di waktu-waktu hari pencoblosan yang semakin dekat ini, semua pihak hendaknya tetap mengedepankan cara-cara bermartabat. Rakyat tidak boleh dikorbankan hanya karena nafsu berkuasa segelintir elite yang tidak kesampaian.

"Sebaliknya rakyat sebagai pemberi mandat harus menjadi pemenang dari proses demokrasi ini," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Terus Dukung Pemerintahan...
Terus Dukung Pemerintahan Jokowi, PDIP: Wabah Corona Masalah Bersama
PDIP Jamu Para Sekjen...
PDIP Jamu Para Sekjen Parpol Pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin Nasi Liwet hingga Es Blewah
PDIP Diminta Kawal Ketat...
PDIP Diminta Kawal Ketat Pemerintahan Jokowi
Soal Reshuffle, PDIP...
Soal Reshuffle, PDIP Yakin Presiden Punya Pertimbangan Politik dan Strategis
PDIP Dukung Jokowi Rombak...
PDIP Dukung Jokowi Rombak Kabinet
Jokowi Evaluasi Kinerja...
Jokowi Evaluasi Kinerja Menteri, PDIP: Ini Momentum Tepat
Berita Terkini
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved