Ma'ruf Amin Pacu Semangat Pelaku Usaha di NU Expo
Kamis, 28 Februari 2019 - 15:21 WIB
Ma'ruf Amin Pacu Semangat Pelaku Usaha di NU Expo
A
A
A
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin memotivasi para pelaku usaha saat menghadiri Nahdlatul Ulama (NU) Expo, di Taman Kota Lapang Bhakti, Banjar, Jawa Barat, Rabu 27 Februari 2019 malam.
Dalam acara itu, Ma'ruf mengungkapkan tekadnya untuk menyinergikan para pelaku usaha dengan pemerintah, serta ulama.
”Selain berdakwa, tugas para ulama juga menjaga dan melayani umat. Kita perlu melakukan ishlahul umat dan khidmatul ummat,” tutur Ma’ruf Amin.Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, NU Expo merupakan salah satu dari upaya NU dalam menggerakkan ekonomi umat. Mendorong umat untuk mandiri.
"Kalau umat sudah mandiri maka akan lebih mudah berkontribusi dalam menjaga NKRI. Saya menyebut ini sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia (Arbei)," tambahnya.
Upaya NU dalam melakukan pemberdayaan ekonomi umat, kata dia, bukan hanya wacana belaka. Tapi sudah dilakukan sejak aktif. ”Tahun 2017 lalu, kita menghelat Kongres Ekonomi Ummat dan meminta pemerintah untuk menjadikan pesantren dan majlis ta'lim sebagai mitra dalam hal pemberdayaan ekonomi,” papar KM
Di NU Expo 2019, mantan Rais Aam PBNU itu menyempatkan mengunjungi sejumlah stand pameran yang mempromosikan bisnis pom bensin mini/pomdes, stand penjual pupuk dan stand kopi Abah.
Ketua Panitia Nasional NU Expo 2019, Arif Rahmanyah Marbun mengatakan, NU Expo 2019 adalah sarana para pelaku usaha untuk mewujudkan cita-cita para ulama dalam pemberdayaan ekonomi.”Mandat dari Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 hal-hal strategis. Di antaranya, RUU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha,” tandasnya.
Dia menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya NU untuk membangun perekonomian bangsa dengan berbasis masyarakat.
"Di tengah kontestasi ekonomi yang semakin ketat, kita ingin memperkenalkan peluang pengembangan ekonomi pesantren dalam ruang yang lebih luas lagi," sambung Sekretaris Lembaga Perekonomian PBNU ini.
NU Expo diikuti 234 unit usaha, yang merupakan perwakilan pesantren, UMKM, dan pegiat ekonomi kreatif yang berasal dari berbagai daerah. Ada dari banjar, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, bandung dan kabupaten kota sejawa barat serta dari berbagai provinsi.
"Kita ingin bersama-sama meningkatkan sumber daya, meningkatkan jaringan pasar, dan meningkatkan kualitas produk-produk berbasis pesantren sekaligus," tuturnya.
Dalam acara itu, Ma'ruf mengungkapkan tekadnya untuk menyinergikan para pelaku usaha dengan pemerintah, serta ulama.
”Selain berdakwa, tugas para ulama juga menjaga dan melayani umat. Kita perlu melakukan ishlahul umat dan khidmatul ummat,” tutur Ma’ruf Amin.Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, NU Expo merupakan salah satu dari upaya NU dalam menggerakkan ekonomi umat. Mendorong umat untuk mandiri.
"Kalau umat sudah mandiri maka akan lebih mudah berkontribusi dalam menjaga NKRI. Saya menyebut ini sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia (Arbei)," tambahnya.
Upaya NU dalam melakukan pemberdayaan ekonomi umat, kata dia, bukan hanya wacana belaka. Tapi sudah dilakukan sejak aktif. ”Tahun 2017 lalu, kita menghelat Kongres Ekonomi Ummat dan meminta pemerintah untuk menjadikan pesantren dan majlis ta'lim sebagai mitra dalam hal pemberdayaan ekonomi,” papar KM
Di NU Expo 2019, mantan Rais Aam PBNU itu menyempatkan mengunjungi sejumlah stand pameran yang mempromosikan bisnis pom bensin mini/pomdes, stand penjual pupuk dan stand kopi Abah.
Ketua Panitia Nasional NU Expo 2019, Arif Rahmanyah Marbun mengatakan, NU Expo 2019 adalah sarana para pelaku usaha untuk mewujudkan cita-cita para ulama dalam pemberdayaan ekonomi.”Mandat dari Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 hal-hal strategis. Di antaranya, RUU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha,” tandasnya.
Dia menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya NU untuk membangun perekonomian bangsa dengan berbasis masyarakat.
"Di tengah kontestasi ekonomi yang semakin ketat, kita ingin memperkenalkan peluang pengembangan ekonomi pesantren dalam ruang yang lebih luas lagi," sambung Sekretaris Lembaga Perekonomian PBNU ini.
NU Expo diikuti 234 unit usaha, yang merupakan perwakilan pesantren, UMKM, dan pegiat ekonomi kreatif yang berasal dari berbagai daerah. Ada dari banjar, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, bandung dan kabupaten kota sejawa barat serta dari berbagai provinsi.
"Kita ingin bersama-sama meningkatkan sumber daya, meningkatkan jaringan pasar, dan meningkatkan kualitas produk-produk berbasis pesantren sekaligus," tuturnya.
(dam)