Kemhan Bangun Kapal Cepat Rudal 60 Meter di PT PAL Indonesia

Senin, 25 Februari 2019 - 20:58 WIB
Kemhan Bangun Kapal...
Kemhan Bangun Kapal Cepat Rudal 60 Meter di PT PAL Indonesia
A A A
SURABAYA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali melakukan pengadaan kapal perang tipe Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60 M). Pengadaan tersebut meliputi Paltform dan Sensor Weapon Control (SEWACO) untuk KCR-60 meter kapal ke 5 dan 6, serta SEWACO untuk KCR-60 meter kapal ke-3 (KRI Halasan-630), KCR-60 kapal ke-4 (KRI Kerambit 627).

Empat alutsista yang bakal memperkuat TNI AL itu dipesan dan diproduksi langsung digalangan PT PAL Indonesia. Kemenhan mengucurkan Rp1,66 trilliun untuk tiap unit pengadaan KCR 60 paket platform plus Sewaco dan Rp1,2 trilliun untuk KCR 60 paket Sewaco per unit.

Sekjen Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji mengatakan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) punya batas waktu yakni 20-30 tahun dan harus dimodernisasi.

"Pengadaan ini dilakukan karena banyaknya kapal-kapal perang yang sudah tua,"katanya usai penandatanganan kontrak pengadaan Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60M) oleh PT PAL Indonesia untuk Kementerian Pertahanan di Gedung PIP PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/2).

Ia mengungkapkan, biaya pemeliharaan kapal yang berusia lebih dari 30 tahun membutuhkan biaya yang lebih besar dari pada membeli baru. Dipilihnya produk kapal perang dari PT PAL ini, kata dia, karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan Eropa dan Korea.

(Baca juga: Ini Pesan Menhan Ryamizard kepada Sekjen dan Sahli Menhan yang Baru)

Menurutnya, bahwa kapal buatan PT PAL memiliki kemampuan yang lengkap dan kualitas sesuai spesifikasi. "Terus terang kapal-kapal kita ini banyak yang sudah lama. Sedangkan kalau diatas 30 tahun, biayanya untuk pemeliharaan lebih besar daripada beli barang," ucapnya.

"Untuk itu kita manfaatkan BUMN strategis yang bergabung dengan BUMS buat menghasilkan alutsista yang punya kualitas dan bisa dijual," tambahnya.

Serah terima kapal ini dijadwalkan 24 bulan sejak tanda tangan kontrak. Ini dikarenakan ada beberapa alutsista yang memang membutuhkan waktu cukup lama. Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh menjelaskan, KCR 60 ini merupakan hasil inovasi yang dikembangkan dari produk sebelumnya yaitu Kapal Patroli Cepat 57 Meter.

Desain pembangunan KCR 60 meter ini terus disempurnakan mereferensi dari masukan dan arahan Satuan Tugas (Satgas) serta pengguna produk.

Pembangunan KCR ini turut melibatkan 3 supplier persenjataan kelas dunia (Bofors-Swedia, MBDAPerancis, Terma-Denmark) yang sesuai dengan opsrey TNI AL serta memiliki nilai kandungan lokal yang semakin meningkat. Karena melibatkan komponen-komponen lokal yang berasal dari 4 BUMN dan 62 BUMS.

"Tingkat kandungan lokalnya sebesar 19,56 persen. Jadi kandungan lokal itu, seperti bahan baku besi baja dari Krakatau, terus komponen kecil ada builder, propeller, windlas dan lain-lain," kata dia

Dengan ditandatanganinya Kontrak Pembangunan dan pemasangan Sistem Senjata KCR 60 meter dapat mendukung kemajuan industri pertahanan dalam negeri dan merupakan komitmen PT PAL Indonesia (Persero) guna memenuhi kebutuhan tugas pokok dan fungsi TNI khususnya Matra Laut.

Insan PAL Indonesia secara berkelanjutan terus berinovasi untuk menguasai teknologi industri maritim sehingga menghasilkan produk yang tepat mutu, tepat guna dan tepat kualitas.
(maf)
Berita Terkait
Alpalhankam Rp1.700...
Alpalhankam Rp1.700 Triliun, Pengamat: Itu Rasional, Kita yang Tak Konsisten
Memahami Target Kerja...
Memahami Target Kerja Sama Pertahanan Indonesia
Pengadaan Alutsista...
Pengadaan Alutsista TNI Harus Didukung Anggaran Perawatan dan Inhan Dalam Negeri
Galangan Kapal Swasta...
Galangan Kapal Swasta Terdepan Dorong Kemandirian Alutsista
Kemhan Perkirakan 13...
Kemhan Perkirakan 13 Radar GCI Buatan Thales dan PT LEN Rampung 2026
Bom Buatan Indonesia...
Bom Buatan Indonesia Sita Perhatian Kalangan Militer di Vietnam Defence Expo 2024
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved