Kurang Asupan DHA Dinilai Bisa Ganggu Perkembangan Otak Anak

Kamis, 21 Februari 2019 - 16:09 WIB
Kurang Asupan DHA Dinilai...
Kurang Asupan DHA Dinilai Bisa Ganggu Perkembangan Otak Anak
A A A
JAKARTA - Kekurangan asupan asam lemak esensial DHA dapat menganggu perkembangan otak dan kemampuan belajar pada anak-anak. Demikian dikatakan Prof Dr Hardinsyah, Pakar Gizi dan Ketua Umum Pergizipangan.

Keadaan ini sangat memprihatinkan mengingat fakta bahwa 8 dari 10 anak Indonesia mengalami kekurangan konsumsi DHA dan Omega 3.

Yang membuat miris, berdasarkan hasil penelitian pakar gizi dari UI dan IPB, termasuk Prof Dr Ahmad Sulaeman, diketahui lebih dari 80 persen anak Indonesia terbukti kekurangan DHA, salah satu unsur gizi yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Penelitian yang dilakukan berdasar dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 itu menemukan bahwa 8 dari 10 anak usia sekolah Indonesia yang berumur 4-12 tahun kekurangan nutrisi otak sebab kekurangan asupan asam lemak esesial (Essential Fatty Acid) khususnya asupan DHA dan Omega 3 dibanding angka acuan dari WHO.

Asam Lemak Esensial (EFA) sendiri merupakan kelompok asam lemak yang penting bagi kesehatan manusia dan harus tercukupi dari asupan makanan. Prof Hardinsyah yang juga Guru Besar IPB dan Rektor Universitas Sahid mengatakan DHA bersama kelompok asam lemak esensial yang lain memegang peranan penting bagi perkembangan otak anak.

"Defisit DHA bisa menyebabkan kerusakan syaraf," kata Hardinsyah, Kamis (21/2/2019).

Sementara itu hasil penilaian tentang efektifitas pendidikan sekolah dasar di Indonesia ternyata juga belum bisa memberikan hasil yang memuaskan. Kemampuan nalar siswa dinilai masih rendah, meski jam pelajaran SD di negeri ini lebih banyak dibanding negara lain.

Fakta itu didapat sebagai Hasil Penilaian Pendidikan untuk Kebijakan yang dilaksanakan oleh Kemendikbud, pada 14 Desember 2016.

Sebagai perbandingan, dalam satu tahun, Indonesia memberlakukan 1.095 jam pelajaran.

Sedangkan Korea Selatan hanya 903 jam pelajaran per tahun. Di Jepang bahkan lebih sedikit, mereka hanya memberlakukan 712 jam pelajaran per tahun. Dan hasil penilaian pendidikan mereka berada di peringkat atas dunia.

Sudah saatnya orang tua, keluarga dan seluruh pihak memberi perhatian pada masalah kekurangan DHA pada anak Indonesia melalui asupan makanan yang mengandung DHA dan omega 3 demi masa depan mereka, kata Prof Ahmad Sulaeman.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Program MBG Perkuat...
Program MBG Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved