Syafii Maarif Ingin Elite Politik Naik Kelas Jadi Negarawan

Kamis, 21 Februari 2019 - 15:33 WIB
Syafii Maarif Ingin...
Syafii Maarif Ingin Elite Politik Naik Kelas Jadi Negarawan
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif berharap elite politik mengubah sikap dan prilakunya agar Indonesia menjadi lebih baik.

Menurut Maarif, elite politik harus mampu bersikap bijak dan jernih dalam memikirkan masa depan bangsa.

“Saya hanya memiliki harapan agar mereka sadar kalau masih mau bertahan lama negeri ini. Ubah perilaku, etika menjadi lebih baik untuk melihat masa depan secara jernih,” tutur Maarif dalam acara Dialog Nasional dengan tema Membangun Etika dalam Berdemokrasi Pancasila di Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Maarif mengakui Indonesia masih berat untuk berjalan menuju perubahan. Meski demikian, perubahan merupakan sesuatu yang harus dilakukan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.Menurut dia, yang paling mendesak saat ini menaikkan kelas politikus menjadi negarawan. Mereka harus memiliki pandangan jauh ke depan dan menghindari sikap pragmatis.
“Memang berat tapi harus dilakukan. Orang sedang dalam syahwat kekuasaan, bisa menjadikan hitam jadi putih dan sebaliknya. Tapi saya percaya masih ada lilin yang bisa dijalankan,” ujarnya.

Sementara putri Presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid menilai politik saat ini masih fokus pada isu sektarian, politik identitas dan perpecahan. Alhasil, sambung dia, kondisi politik nasional masih jauh dari harapan.Inayah menilai, aktor demokrasi saat ini lebih memilih untuk mendapatkan suara dan kekuasaan dengan cara apa pun ketimbang mendidik masyarakat.“Mereka juga menjadi bagian yang menyebarkan sikap-sikap jauh sekali dari etika politik yang baik. Sudah saatnya semua orang benar-benar menunjukkan bagaimana seharusnya negara demokrasi melakukan dan memiliki demokrasinya, ya sudah memilih dengan pemilu yang baik,” tuturnya.
Dia mengimbau seluruh pihak agar berhenti menjatuhkan orang lain demi memenangkan pemilihan umum.Jika ingin memperoleh suara dan dukungan, kata dia, seorang politikus hendaknya mengedepankan prestasi dibanding menjatuhkan orang lain.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila Siswono Yudo Husodo menambahkan, pemilu bisa menjadi pemersatu bangsa jika para calon legislatif masuk ke desa berkampanye mengenai hal baik dan membangun Negara ke depan.

"Bagaimana kita memantapkan persatuan bangsa maka pemilu kali ini akan menjadi pendidikan yang sangat baik untuk memperkuat negara,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved