Atraksi Angklung, Ribuan Pendukung Jokowi-Ma'ruf Mainkan Bengawan Solo

Minggu, 17 Februari 2019 - 19:45 WIB
Atraksi Angklung, Ribuan...
Atraksi Angklung, Ribuan Pendukung Jokowi-Ma'ruf Mainkan Bengawan Solo
A A A
JAKARTA - Para pendukung pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin menggelar aksi bersama memainkan 2.008 angklung. Lagu Bengawan Solo dan Maju Tak Gentar mengalun indah dari harmoni yang dihasilkan ribuan angklung itu.

Atraksi itu terjadi dalam acara Derap Budaya Energi Nusantara sekaligus nonton bareng (nobar) debat kedua Pilpres 2019 di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) sore.

Lebih dari 5.000 pendukung Jokowi-Ma'ruf dari Jakarta berkumpul. Mereka datang dari unsur sembilan parpol pendukung maupun relawan. Sebelum acara, 2.008 angklung dibagikan secara acak kepada mereka. Di setiap angklung tertera stiker bergambar Jokowi-Ma'ruf beserta nomor dan nama pulau. Ada angka 1 sampai 7, yang ternyata merupakan nada masing-masing angklung itu.

Sebelum atraksi dimulai, para pemegang angklung diminta berkumpul dan duduk beralaskan bumi. Semua campur aduk. Tua atau muda; berbaju merah, kuning, hijau, biru, atau putih; menyatu.

Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Hasto Kristiyanto duduk di bagian panggung depan. Dia memimpin orkestrasi itu. Di sebelahnya duduk artis Angel Karamoy.

"Permainan ini merupakan bukti bahwa energi kebudayaan dan kegembiraan rakyat akan selalu berkobar untuk Jokowi-Ma'ruf Amin. Ayo main angklung," kata Hasto.

Dua orang pembawa acara lalu menjadi semacam dirijen. Salah satunya bernama Amelia. Dia memberi kode tangan untuk mengarahkan masing-masing pemegang angklung, kapan harus dibunyikan.

Hasilnya indah. Lantunan angklung oleh 2008 orang itu berpadu indah menghasilkan Bengawan Solo, lagu dari kota dimana Jokowi berasal. Lagu kedua adalah Maju Tak Gentar.

Pertunjukkan itu berakhir karena waktunya solat maghrib telah tiba. Atraksi pun dihentikan untuk memberikan waktu bagi umat muslim melaksanakan salat.

Setelah itu, kepada wartawan, Hasto mengatakan bahwa atraksi angklung dan berbagai aksi kebudayaan di acara itu untuk menunjukkan betapa pentingnya menempatkan gerak pikir dan laku berdasar budaya Indonesia.

"Laiknya permainan angklung tadi, dari berbagai asal usul parpol dan kelompok, dan bersatu berkolaborasi bersama menghasilkan kolaborasi yang indah. Itulah Indonesia. Mari kita belajar dari kebudayaan," ujar Hasto.
(dam)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Minta Debat Cawapres...
Minta Debat Cawapres Tak Didampingi Capres, Partai Perindo: Samakan Saja dengan Pilpres 2019
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved