Singgung Harga Beras dan Daging, TKN Bilang Begini ke Prabowo

Jum'at, 15 Februari 2019 - 16:03 WIB
Singgung Harga Beras...
Singgung Harga Beras dan Daging, TKN Bilang Begini ke Prabowo
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengkritik Capres Prabowo Subianto, yang menyebut harga beras dan daging tertinggi di dunia.

Menurut Arya, apa yang disampaikan Prabowo dianggap yang bersangkutan mulai menakut-nakuti rakyat lagi dengan menggunakan data yang bohong alias hoaks.

"Padahal dari data yang ada, jelas sekali bahwa Indonesia itu harga beras nomor 80. Itu artinya yang nomor satu tertinggi, 80 itu terakhir. Termahal itu di Jepang. Di Jepang itu mahal beras, sampai Rp59.000/kg, kita Rp12.000," kata Arya kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Arya menganggap, posisi harga beras di Indonesia itu hanya lebih mahal dari Polandia yang Rp11.857, Vietnam, Nepal, dan Kazhakstan. Sementara di Asia Tenggara, Indonesia termasuk rendah. Bahkan dibanding Thailand, beras dalam negeri masih lebih rendah.

"Jadi kalau dikatakan Pak Prabowo bahwa Indonesia paling mahal harga beras, ini beras apa? beras mana? Pak Prabowo ini tahu tidak harga beras? Dia pernah beli beras? Jangan buat kebohongan-kebohongan lagi," ujarnya.

(Baca juga: TKN Jokowi-Ma'ruf Ungkap Sekarang Sudah Perang)

Demikian juga dengan harga daging. Menurut Arya, Prabowo mengatakan, bahwa harga daging tertinggi di dunia. Ini dianggap lebih parah lagi. Karena bukti bahwa harga daging di dunia Indonesia masuk nomor 49, dari 89 negara.

"Jadi ada di atasnya 48 negara yang lebih mahal. Paling mahal itu di Swiss, mencapai Rp675.000/kg, Hong Kong mencapai Rp276.000/kg," ungkapnya.

Politikus Partai Perindo ini merasa heran dengan Prabowo yang dianggap bikin hoaks lagi, bikin kebohongan lagi, menakut-nakuti rakyat lagi. Arya mengaku tak habis pikir dengan cara Prabowo sebagai Capres.

"Capres kok membuat data yang tidak benar? Ayo kita bikin pemilu yang benar dan bersih, yang baik. Bukan pemilu yang menakut-nakuti dan bikin hoaks terus. Kita pusing dengan Pak Prabowo. Jangan memberikan sesuatu yang tidak benar ke rakyat," tambahnya.

Arya mengaku, apa yang disampaikan Prabowo yang dianggapnya nihil data seharusnya menjadi pembelajaran bagi tim suksesnya. Sehingga harapan awalnya kasus kebohongan Ratna Sarumpaet tidak terulang kembali.

"Dia bilang dia disampaikan tidak benar, dia sampaikan seperti itu. Sebagai pemimpin seharusnya dia cross check dong. Mungkin Pak Prabowo tidak pernah beli beras dan daging, tapi ya tidak seperti itu gayanya, caranya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Eks Relawan Prabowo-Sandi...
Eks Relawan Prabowo-Sandi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Polri Gandeng FBI Cek...
Polri Gandeng FBI Cek Dolar yang Disita dari Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
Kejagung Tegaskan Febrie...
Kejagung Tegaskan Febrie Adriansyah Tidak ke Luar Negeri
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
RUU Perampasan Aset,...
RUU Perampasan Aset, Batas Kewenangan Aparat Penegak Hukum Jadi Poin Krusial
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Infografis
Mahasiswi ITB Ditangkap...
Mahasiswi ITB Ditangkap Gara-gara Meme Prabowo dan Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved