Kampung Pancasila Wujudkan Masyarakat Bernilai Luhur Bangsa

Jum'at, 15 Februari 2019 - 09:00 WIB
Kampung Pancasila Wujudkan...
Kampung Pancasila Wujudkan Masyarakat Bernilai Luhur Bangsa
A A A
Bersih, asri, rukun, dan tertata. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan tiga Kampung Pancasila, sebutan bagi Kampung Hidroponik, Kampung Gerendeng Pulo, dan Kampung Markisa yang berada di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Berkat penerapan nilai-nilai luhur Pancasila yang meliputi sikap gotong-royong, saling menjaga kerukunan antarumat beragama dan menghargai segala perbedaan, stigma kampung kumuh yang sebelumnya melekat kini telah berubah menjadi kampung wisata.

Saat KORAN SINDO mendatangi ketiga kampung tersebut, aura kedamaian dan kerukunan antarwarga sangat terasa. Mereka terlihat bahumembahu membersihkan dan mengubah lingkungannya menjadi lebih tertata.

Meski tidak memiliki lahan yang cukup, warga ketiga Kampung Pancasila itu dengan kreatif mengubah barangbarang bekas seperti botol air mineral, bambu, ban bekas, pipa menjadi barang yang sangat bermanfaat baik untuk sarana bermain maupun penghijauan.

Bahkan untuk mendukung penghijauan, warga memanfaatkan setiap tembok rumah untuk menanam berbagai jenis tumbuhan hidroponik. Tidak hanya itu, hampir di setiap sudut gang disediakan tempat-tempat pembuangan sampah dan puntung rokok termasuk ember berisi air bersih untuk mencuci tangan.

Pola hidup bersih dan sehat yang diterapkan warga membuat ketiga kampung tersebut bebas dari sampah. “Awalnya tidak mudah, tapi saya memberikan contoh yang baik kepada warga seperti buang sampah di tempatnya. Alhamdulillah , muncul kesadaran dari warga untuk berubah,” ujar Ketua RT 01 Kampung Hidroponik Suherman.

Kesadaran dan kerja keras masyarakat Kampung Hidroponik yang dihuni 89 kepala keluarga (KK) sejak 2017 itu lambat laun berbuah manis. Selain membuat kampung menjadi nyaman untuk ditinggali, pengangguran juga semakin berkurang. “Sebab hasil dari tanaman hidroponik bisa dijual oleh warga. Perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar kampung juga tertarik memberdayakan pemuda di sini karena melihat kreativitasnya,” katanya.

Hal yang sama juga terlihat di Kampung Gerendeng Pulo, kampung yang 90% penduduknya etnis Tionghoa ini mampu menciptakan keharmonisan di antara warganya yang berasal dari etnis lain. Hal itu terbukti dari sikap toleransi yang ditunjukkan warganya. ”Di sini warga muslim hanya dua Kepala Keluarga (KK) selebihnya etnis Tionghoa dan Kristen. Tapi tidak ada masalah,” ucap Lurah Grendeng Pulo Nasron A Mufti. Begitu juga dengan Kampung Markisa.

Kampung yang berada di Kelurahan Pasar Baru ini juga memberdayakan masyarakatnya untuk bergotong royong memperbaiki tempat tinggalnya agar lebih baik. “Menggali nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya membaca buku, tapi bisa digali dari masyarakat.

Nilai-nilai kebajikan dan gotong royong yang bisa menyejahterakan warganya seperti di Kampung Hidroponik,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono saat berkunjung ketiga kampung itu kemarin.

Hariyono menyebut, selama ini ada anggapan bahwa masyarakat bisa makmur kalau ada sumbangan dari pihak luar sehingga faktor perubahan itu berasal dari eksternal. Tapi ternyata ketiga kampung ini tidak mengandalkan bantuan dari luar. “Kita berharap dengan hadirnya BPIP di masyarakat, kita bisa belajar dan menemukan mutiaramutiara Pancasila yang sudah dipraktikkan di masyarakat,” ujarnya.

Dia menilai, jika hal ini menjadi gerakan massal di kampung-kampung di seluruh Nusantara maka masyarakat Indonesia tidak perlu risau dengan ancaman narkoba maupun terorisme. “Ketika masyarakat telah peduli dan akrab dengan lingkungannya maka terorisme bisa dicegah dan ditangkal. Gerakan pengamalan Pancasila yang dilakukan masyarakat bisa menjadi contoh yang sangat bagus,” ucapnya.
(don)
Berita Terkait
Gelar Pembinaan Ideologi...
Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP Luncurkan Virtual Expo 2025 di UI Depok
Presiden Tegaskan Kedudukan...
Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma IPTEK
BPIP Rampungkan Kajian,...
BPIP Rampungkan Kajian, Analisis dan Rekomendasi Peraturan Perundang-undangan
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
BPIP Gelar Rakor Program...
BPIP Gelar Rakor Program Paskibraka, Ini Hasilnya
Kunjungi PLBN Sota,...
Kunjungi PLBN Sota, BPIP: Perkuat Ideologi Pancasila di Perbatasan Papua
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
Anoa 6x6 Amfibi, Penjaga...
Anoa 6x6 Amfibi, Penjaga Darat dan Air Buatan Anak Bangsa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved