ICMI Sebut Ucapan Wali Kota Semarang Berlebihan

Senin, 04 Februari 2019 - 15:11 WIB
ICMI Sebut Ucapan Wali...
ICMI Sebut Ucapan Wali Kota Semarang Berlebihan
A A A
JAKARTA - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta masyarakat untuk tidak menggunakan jalan tol jika tidak mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di pemilihan presiden 2019.

Hal itu disampaikan Hadi, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Kota Semarang saat menghadiri silaturahmi Jokowi dengan paguyuban pengusaha Jawa Tengah di Semarang Town Square, Semarang, Sabtu (2/2/2019).

Menanggapi itu, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyebut perkataan Wali Kota Semarang tersebut berlebihan.

"Itu berlebihan, kalo seorang wali kota begitu mulutnya yaa tim relawan di bawah lebih kasar lagi," ujar Jimly dalam diskusi di ICMI center, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Jimly menjelaskan, seharusnya pemimpin yang baik berfungsi menjadi komunikator. Sebab pemimpin harus berkomunikasi secara efektif yang dimana ada fungsi pendidikan didalamnya.

"Jadi pemimpin yang baik adalah guru yang ditiru dan digugu itu pemimpin yang baik, guru yang baik adalah pemimpin bagi murid-muridnya," jelasnya. (Baca juga: Tim Prabowo: Pernyataan Wali Kota Semarang Provokatif )

Jimly juga menegaskan bagi wali kota siapapun itu tidak berbicara sembarangan karena itu tidak baik dan mendidik. Dirinya pun berharap, omongan tersebut tidak dicontoh pemimpin lainnya

"Masa orang yang tidak memilih Jokowi jangan naik tol, kan tol kan bayar terserah orang dong itu berlebihan. Nah yang begitu-begitu mudah-mudahan tidak diulangi dan tidak dicontoh," katanya.

Namun, menurut Jimly, bisa saja omongan Wali Kota Semarang di framing agar bisa 'digoreng', karena kebetulan memasuki tahun politik yakni pemilihan umum 2019.

"Tapi intinya apapun yang terjadi kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan komunikasi politik. Komunikasi politik seorang pejabat seorang pemimpin itu komunikasi yang sifatnya pendidikan bagi publik," tutupnya.
(pur)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved