KPU Pelajari Dugaan Jokowi Libatkan Cucu dalam Kampanye

Rabu, 30 Januari 2019 - 14:54 WIB
KPU Pelajari Dugaan...
KPU Pelajari Dugaan Jokowi Libatkan Cucu dalam Kampanye
A A A
JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar banyak terkait aksi Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) diduga melibatkan cucunya, Jan Ethes Srinarendra dalam kegiatan kampanye politik.

Pramono mengatakan, lembaganya harus melihat secara utuh apakah kehadiran Jan bersama Jokowi itu dalam kegiatan kampanye, kegiatan kenegaraan atau kegiatan pribadi bersama keluarganya.

"Itu harus dilihat ulang. Jadi tak bisa diambil kesimpulan dengan serta merta (pelanggaran kampanye)," kata Pramono di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Kendati begitu, Pramono mengimbau seluruh peserta pemilu agar tidak melibatkan anak di bawah umur dalam kegiatan kampanye. Menurutnya, selain diatur dalam UU pemilu, pelibatan anak juga diatur dalam UU Perlindungan anak.

"Pada prinsipnya anak-anak harus dibiarkan tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya untuk bermain bergembira mendapatkan asuhan dan pendidikan yang wajar tidak terpikirkan melalui proses elektoral ini," ujarnya.

(Baca juga: Sandi Uno Sebut Jangan Gunakan Hukum untuk Pukul Lawan dan Tolong Kawan)

Sebelumnya, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno, Ferdinand Hutahaean mempersolkan langkah Jokowi yang dianggap melibatkan Jan Ethes dalam kampanye.

Bahkan, soal ini juga disinggung anggota BPN lainnya, Hindayat Nur Wahid melalui kicauan di twitter. Pria yang akrab disapa HNW meminta Bawaslu ikut memeriksa hal tersebut.

Sementara Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menganggap lucu tudingan kubu Prabowo yang menyebut Jokowi melibatkan Jan Ethes dalam kampanye.

Ace menyebut, kehadiran Jan bersama Jokowi bukan dalam kegiatan kampanye. Ace pun menganggap langkah kubu Prabowo melaporkan peristiwa tersebut dianggap bullying terhadap Jan Ethes.
(maf)
Berita Terkait
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Jelang Penetapan Hasil...
Jelang Penetapan Hasil Pemilu 2024, Jokowi Irit Bicara
Berita Terkini
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved