Prabowo: Kepala Negara Harus Pegang Komando Atas Penegakan Hukum

Kamis, 17 Januari 2019 - 22:29 WIB
Prabowo: Kepala Negara...
Prabowo: Kepala Negara Harus Pegang Komando Atas Penegakan Hukum
A A A
JAKARTA - Debat capres dan cawapres pertama dilanjutkan dengan isu yang sangat sensitif, yakni menyangkut hak asasi manusia (HAM). Moderator Ira Koesno menanyakan strategi Joko Widodo- Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mengatasi masalah diskriminasi yang terjadi di Indonesia.

"Indonesia adalah negara beragam dari agama, etnis, suku dan pandangan politik. Tapi masih ada diskriminasi. Apa Strategi mengatasi masalah ini?," tanya Ira di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1).

Ira memberikan kesempatan kepada pasangan calon nomor urut 2, Prabowo-Sandi untuk memberikan jawaban pertama. Prabowo mengatakan, seorang kepala negara harus memegang komando atas penegakkan hukum di Indonesia. Jika terpilih di Pilpres 2019, Prabowo mengaku akan menata aparat penegak hukum.

Bahkan, Prabowo menegaskan bakal memecat aparat penegak hukum yang menyimpang dari aturan yang berlaku. "Tadi saya sudah katakan dalam sistem bernegara seorang kepala negara adalah kepala eksekutif. Berarti presiden adalah chief law enforcement, petugas penegak hukum tertinggi. Saya akan menata aparat penegak hukum. Saya tegaskan tidak boleh diskriminasi etnis apapun. Aparat adalah tanggung jawab eksekutif. Kalau ada yang menyimpang saya pecat," tegasnya saat menjawab pertanyaan moderator.

Sementara, Sandiaga bercerita hasil blusukannya ke 1000 titik di Indonesia. Dari kunjungan itu, dia miris mendengar cerita penambang pasir di Karawang yang mendapatkan persekusi dan intimidasi. Sandi menyebut masalah ini tak tertangani oleh aparat.

"Dalam kunjungan saya ke 1000 titik ada hal yang membuat kita miris. Pak Najib, di Pantai Pasir Putih, Karawang. Beliau mengambil pasir untuk menanam mangrove, beliau mendapatkan persekusi. Ini tidak terpantau, yang terpantau hanya yang besar-besar saja," ungkap Sandiaga.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
KPK Panggil Sekda dan...
KPK Panggil Sekda dan Anggota DPRD terkait Kasus Bupati Muara Enim
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Sahroni Dukung Polri...
Sahroni Dukung Polri Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved