Sosiolog UI: Pemilu Hanya Temporer, Jangan 'Gila Politik'

Selasa, 15 Januari 2019 - 17:10 WIB
Sosiolog UI: Pemilu...
Sosiolog UI: Pemilu Hanya Temporer, Jangan 'Gila Politik'
A A A
JAKARTA - Berbeda pilihan merupakan suatu hal yang wajar dalam kehidupan apalagi beda pilihan politik. Namun berbeda dengan yang terjadi di Gorontalo, karena beda pandangan politik pada pemilihan caleg anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, dua makam atas nama Masri Dunggio dan Siti Aisyah Hamsah yang merupakan kakek dan cucu itu terpaksa dibongkar oleh keluarganya untuk dipindahkan ke pemakaman yang lain.

Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo menilai kejadian tersebut karena bisa diumpamakan 'gila politik'. Menurutnya, hal tersebut karena disaat seseorang masuk politik dalam keterlibatan yang sangat emosional, menjadikan politik segala-galanya.

"Akhirnya, menjadikan perilaku itu membabi buta gitu kan, itu kan gila politik sampai menjadikan orang sampai seperti itu," ujar Imam dalam diskusi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Hal tersebut, lanjut Imam, menjadikan dimensi rasionalitas dan kebijaksaan hilang karena emosi amarah telah menutup. Padahal kata Imam, Pemilu hanya bersifat temporer

"Nah, makanya tadi intinya secara sederhana aku ngomong politik penting tapi jangan terlalu serius-serius amat lah, karena ini kan temporer kita boleh beda pilihan tapi gausah emosional juga ngeliat saya beda," jelasnya.

Selain itu, Imam juga menilai partai politik walaupun berbeda dukungan sekarang, bisa saja akan bergabung dalam kabinet yang sama nantinya. Dan dirinya berharap jangan terlalu percaya dengan perilaku para elit politik.

"Parpol itu sekarang beda banget besok gabung, ni jangan sampai kecewa loh sekarang Prabowo Jokowi pengikutnya kaya udah mati-matian nanti begitu ada salah satu menang gabung kabinetnya apa gak nyengir kita kan gituloh, jadi kita juga harus melihat perilaku elit," ungkapnya.

"Sekarang banyak banget yang pindah yang nyerang dan yang tadinya jelek-jelekin satu kubu ini sekarang pembelaannya yang paling fasih nah itukan gausah terlalu heran karena perilaku politik itu kadang-kadang kepentingan yang kadang-kadang retorika, dan jangan salah mereka di belakang ketawa-ketawa juga," tutupnya.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved