Temui Fahri Hamzah, Kadin Bahas Rencana Peleburan BP Batam

Jum'at, 04 Januari 2019 - 19:34 WIB
Temui Fahri Hamzah,...
Temui Fahri Hamzah, Kadin Bahas Rencana Peleburan BP Batam
A A A
JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kota Batam dan Kadin Provinsi Kepulauan Riau menyambangi Kantor Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut Ketua Kadin beserta sejumlah pengurus Kadin menyampaikan sejumlah permasalahan yang timbul terkait rencana pemeritah untuk melebur Badan Pengelola (BP) Batam dan Pemerintah Kota Batam, serta menjadikan wali kota Batam sebagai ex officio BP Batam.

Menurut ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, polemik rencana peleburan BP Batam dan Pemko Batam telah menjadi preseden buruk bagi dunia usaha diKota Batam, akibatnya sejumlah investor langsung berpikir untuk memindahkan usahanya keluar dari Batam.

"Para pengusaha tidak tahu apa yang harus dilakukan. Jangan sampai ditengah ketidakpastian ini investor langsung memindahkan investasinya keluar Batam. Yang rugi masyarakat Batam dan Indonesia," ujarnya, Kamis (4/1/2018).

Lebih lanjut, Jadi Rajagukguk meminta presiden untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah yang merupakan petunjuk teknis implementasi dari undang-undang.

"Kadinkan sebagai mitra pemerintah, sehingga kita mengingatkan pemerintah untuk tidak melanggar hukum terkait keputusan yang terkesan dipaksakan ini. Tidak dibenarkan wali kota menjabat sebagi ex officio. Jangan sampai Presiden melanggar 3 undang undang sekaligus," ujarnya.

Jadi Rajagukguk juga menyayangkan gonjang ganjing peleburan BP batam yang sudah terjadi sejak tahun 2016 ini. Sejak Menko Darmin Nasution yang berencana mengubah Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Akibatnya angka pertumbuhan ekonomi Batam langsunv menurun drastis.

"Saya sudah ingatkan Pak Darmin soal ini. Saat KEK baru ada 4 kawasan dan sampai sekarang sudah ada 14 Kawasan Ekonomi Khusus yang dibentuk. Tapi hingga saat ini tidak ada satupun kisah sukses dari Kawasan Ekonomi Khusus ini," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Infografis
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Arab Saudi Ini Berani Melawan Rencana Trump Caplok Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved