Fadli Zon: Jelang Pemilu, Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun

Selasa, 01 Januari 2019 - 19:12 WIB
Fadli Zon: Jelang Pemilu,...
Fadli Zon: Jelang Pemilu, Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun
A A A
JAKARTA - Sepanjang 2018 hingga menjelang penyelenggaraan Pemilu serentak 2019, politik Indonesia ternyata masih diramaikan sejumlah isu yang dinilai tidak menggembirakan.

Mulai dari jaminan kebebasan berkumpul dan berserikat yang menurun, intimidasi terhadap lawan politik, hingga manajemen pemilu yang amburadul.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam catatan awal tahun 2019. "Harapan publik untuk melihat wajah demokrasi Indonesia yang semakin berkualitas, tampaknya harus tertunda kembali," kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/1/2019).

Dia mengatakan, secara umum pada tahun lalu, menurut data The Economist Intelligence Unit (EIU), peringkat demokrasi Indonesia anjlok 20 peringkat dibandingkan 2016.

Pada 2016 Indonesia masih berada di peringkat 48, tahun lalu peringkat kita anjlok ke 68. Lebih menyedihkan lagi, peringkat demokrasi Indonesia lebih buruk dari Timor Leste yang ada di urutan 43 secara global."

Dia menjelaskan, potret serupa juga terekam dalam data Freedom House. Meningkatnya ancaman kebebasan sipil, menurut Freedom House, telah mendorong Indonesia turun status dari negara "bebas" (free) menjadi negara "bebas sebagian" (partly free) di tahun 2018. Sementara itu, jika kita bandingkan dengan Timor Leste, situasinya berbalik. Timor Leste mengalami kenaikan status dari negara "partly free" menjadi "free".

"Ini ironi perkembangan politik di era pemerintahan Joko Widodo. Demokrasi Indonesia mengalami kemunduran memalukan, apalagi kini menjelang diselenggarakannya Pemilu serentak 2019," katanya.

Menurut dia, indikator di atas, jika dihadapkan dengan keluhan masyarakat bawah akan sangat koheren. Baik yang mengeluhkan adanya persekusi terhadap ulama yang kritis, maupun keluhan adanya upaya pembungkaman dan kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh oposan pemerintah.

"Semua itu telah membuat kita kembali mundur dalam berdemokrasi.Sehingga, jangan heran jika turunnya kebebasan sipil dan defisitnya demokrasi kita, adalah akibat dari kontrol dan pembatasan kebebasan berpendapat oleh pemerintah. Itu semua fakta yang sulit disangkal," tutur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Di luar soal kebebasan sipil yang semakin menurun, kata dia, demokrasi Indonesia pada tahun ini juga dinodai praktik manajemen pemilu yang amburadul. Terutama, terkait buruknya administrasi kependudukan yang sangat mempengaruhi DPT (Daftar Pemilih Tetap) pada Pemilu serentak 2019.

"Terkait isu ini, sepanjang 2018 kita disajikan maraknya pelanggaran administrasi kependudukan. Mulai dari ditemukannya jual beli blangko e-KTP, tercecernya ribuan e-KTP di Bogor dan Jakarta, serta adanya isu dimana 31 juta pemilih yang belum masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Ini semua tentu mengancam kredibilitas pelaksanaan Pemilu 2019," katanya.

Fadli tidak ingin Pemilu 2019 yang menyedot anggaran sekitar Rp24 triliun berjalan dengan kualitas data pemilih yang buruk.

Dari catatan di atas, kita dapat lihat bahwa baik di level makro maupun mikro, demokrasi Indonesia mengalami kemunduran. Ikhtiar bangsa ini selama 20 tahun memupuk demokrasi, terpaksa mengalami setback, layaknya negara baru merdeka.

"Ini semua harus segera dibenahi. Jika tidak, kecurigaan publik terhadap proses pemilu yang manipulatif akan semakin meningkat. Ini tentu tidak kita harapkan. Dengan anggaran triliunan yang dikeluarkan, kita tak mau Pemilu 2019 hanya sekedar menjemput takdir demokrasi Indonesia yang lebih buruk," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Partai Gerindra Bakal...
Partai Gerindra Bakal Gaet Milenial Besar-besaran untuk Pemilu 2024
200 Kader Gerindra Gowa...
200 Kader Gerindra Gowa Dibekali Pendidikan Politik
Politisi Gerindra Ajak...
Politisi Gerindra Ajak Aktivis Masuk Politik untuk Mengubah Indonesia Jadi Lebih Baik
Gelorakan Spirit Meritokrasi,...
Gelorakan Spirit Meritokrasi, Tahbiskan NasDem Partai Modern
Gerindra Tetap Solid...
Gerindra Tetap Solid di Tengah Badai Perpecahan Parpol, Kenapa?
Peringati HUT Partai...
Peringati HUT Partai Gerindra ke-13, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved