Koalisi Prabowo-Sandi Pantau Penanganan Kasus Penembakan di Papua

Senin, 24 Desember 2018 - 09:52 WIB
Koalisi Prabowo-Sandi...
Koalisi Prabowo-Sandi Pantau Penanganan Kasus Penembakan di Papua
A A A
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berperan aktif dalam memantau kasus penembakan warga sipil oleh kelompok kriminal bersenjata di Nduga, Papua, awal Desember lalu.

Dasco mengatakan, berdasarkan Pasal 1 angka 6 UU Nomor 39 Tahun 1999 kasus tersebut dapat dikategorikan pelanggaran HAM serius karena korbannya adalah masyarakat sipil dan aparat. Pelakunya adalah kelompok orang yang terstruktur dan memiliki senjata.

"Komnas HAM harus bersikap proaktif dalam melakukan pemantauan kasus penembakan warga sipil oleh KKB (kelompok kriminal bersenjata) di Nduga Papua 3 Desember lalu," kata Juru Bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco dalam keterangan tertulis, Senin (24/12/2018).(Baca juga: Sadis! 31 Pekerja Dibantai OPM di Nduga, Papua )
Meskipun Komnas HAM menyatakan sudah membentuk Tim Pencari Fakta, kata dia, hingga saat ini tidak jelas apa yang dilakukan oleh tim pencari fakta tersebut.

"Yang terpenting hingga saat ini tidak terdengar jelas pernyataan Komnas HAM bahwa kasus Nduga tersebut adalah pelanggaran HAM serius," tutu anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra ini.

Kasus Nduga sudah hampir satu bulan terjadi. BPN Prabowo-Sandi berharap agar Komnas HAM bisa bergerak cepat melakukan pemantauan dan memastikan penegakan hukum bisa benar-benar berjalan.
Menurut dia, pelaku penembakan adalah pelanggar HAM yang harus ditangkap untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya.
"Komnas HAM harus membuktikan dalam hal penegakan HAM mereka tidak pandang bulu dan tidak tebang pilih, siapa pun pelaku pelanggaran HAM harus ditindak tegas," tuturnya. (Baca juga: Komnas HAM: Proses Kasus Penembakan Papua Secara Transparan )
(dam)
Berita Terkait
Situasi Konflik di Tanah...
Situasi Konflik di Tanah Papua Belum Ada Tanda-tanda Berakhir
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Polri Ajak Mahasiswa...
Polri Ajak Mahasiswa dan Pemuda Bantu Selesaikan Masalah Papua
Ketua KNPB Wilayah Maybrat...
Ketua KNPB Wilayah Maybrat Papua Barat Dibekuk, Polisi: Lakukan Pembunuhan Keji 2 Warga
Menanti Jaminan Keamanan...
Menanti Jaminan Keamanan di Papua
Kelompok KNPB Aniaya...
Kelompok KNPB Aniaya Warga hingga Tewas di Maybrat Papua Barat
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved